Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Intercropping Padi Gogo, Holding Perkebunan Nusantara Manfaatkan Lahan PSR
Rabu, 20 November 2024 20:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lahan untuk menanam padi gogo menjadi sangat mendesak. Hal ini sebagai kompensasi hilangnya sawah produktif di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan stok beras nasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Untuk itu, lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) memiliki potensi besar untuk mendukung intercropping padi gogo terutama pada tanaman sawit usia TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) hingga tiga tahun pertama.
Dengan luas PSR yang diproyeksikan mencapai 400 ribu hektar per tahun pada 2025-2031, intercropping padi gogo di lahan tersebut dapat berkontribusi pada produksi beras lebih dari 1,8 juta ton per tahun.
Hal ini menjadikannya sebagai langkah strategis dalam mengamankan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
Baca juga : Gandeng BPR, Peruri Dorong Percepatan Digitalisasi Mudahkan Layanan Keuangan UMKM
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pemanfaatan lahan sawit PSR untuk intercropping padi gogo adalah inovasi strategis.
Hal ini sejalan dengan komitmen PTPN dalam mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan lahan perkebunan rakyat secara berkelanjutan.
Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari penyedia benih, pupuk, teknologi, hingga off-takers seperti Bulog.
Selain itu, diperlukan regulasi yang memfasilitasi implementasi tanaman sela padi gogo pada lahan PSR, termasuk stabilitas harga gabah dan subsidi pupuk.
Baca juga : Wujudkan Asta Cita, Perkebunan Nusantara Kolaborasi Bareng Rumah Sawit Indonesia
Dukungan kelembagaan seperti revitalisasi koperasi petani dan legalitas lahan juga sangat penting.
"Program pendanaan melalui Dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah akan membantu petani dalam menjalankan program ini," kata Ghani dalam keterangan resminya, Rabu (20/11/2024). G
hani menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif antara Pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencapai keberhasilan program intercropping padi gogo.
Dukungan yang solid dari semua pihak diharapkan dapat mendorong swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan potensi besar lahan PSR untuk masa depan pertanian Indonesia.
Baca juga : Jelang Pilkada Dan Nataru, Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil
Sebelumnya, Institut Pertanian Bogor (IPB University) telah mengembangkan varietas unggul padi gogo, yakni IPB 9 Garuda, yang memiliki produktivitas tinggi hingga 11,3 ton per hektare gabah kering panen (GKP).
Varietas ini terbukti sukses di Kampung Inovasi Subang dengan penerapan teknologi modern.
Seperti, sistem produksi padi sawah cerdas, deteksi pintar kesehatan padi dan layanan pintar pemupukan serta irigasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya