Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari HAM, PKB Minta Pemerintah Lebih Serius Jamin Kesetaraan & Kesehatan
Selasa, 3 Desember 2024 19:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh menegaskan, komitmennya memperjuangkan hak atas kesehatan dan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari hak asasi manusia.
Perempuan yang akrab disapa Ninik itu menyatakan, akses terhadap layanan kesehatan yang bermutu serta perlakuan adil di tempat kerja adalah hak dasar yang harus dilindungi dan dipenuhi untuk semua warganegara.
"Hak atas kesehatan dan pekerjaan yang layak adalah fondasi bagi pembangunan bangsa yang berkeadilan. Perempuan bangsa terus mendorong pemerintah agar bisa memastikan kebijakan yang memastikan perlindungan bagi seluruh pekerja dan akses kesehatan yang setara tanpa diskriminasi," ujar Ninik di Jakarta, Selasa (3/12).
Baca juga : Top, UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Lebih dari 4,5 Miliar di Belanda
Wakil Ketua Komisi IX DPR itu menilai, masih terdapat tantangan besar dalam memastikan akses layanan kesehatan yang inklusif dan merata, terutama bagi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak.
"Itu PR (pekerjaan rumah) pemerintah dan kita semua, bahwa layanan kesehatan nyatanya sekarang masih belum inklusif dan tidak merata, antara Jawa dan luar Jawa masih berbeda. Padahal kita ini satu, Indonesia," kata Ninik menegaskan.
Di bidang ketenagakerjaan, Ketua DPP PKB bidang Kesehatan dan Inklusi Disabilitas itu menyoroti lemahnya perhatian pemerintah pada hak-hak pekerja.
Baca juga : Di Forum BI, Prabowo Bahas Pemerintahan Bersih Sebagai Prioritas
Ia mencontohkan soal upah yang tidak layak, jam kerja yang berlebihan, hingga perlakuan diskriminatif di tempat kerja.
"Karena itu, saya kira Hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional yang jatuh pada 10 Desember 2024 nanti, saya harap dapat dijadikan momentum pemerintah untuk memastikan akses layanan kesehatan yang inklusif sekaligus memperkuat komitmen perlindungan untuk hak-hak pekerja," ujarnya.
Lebih lanjut Ninik juga menggarisbawahi bahwa pelanggaran HAM sering kali terjadi karena stigma dan diskriminasi, baik di bidang kesehatan maupun ketenagakerjaan.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Kaji Penurunan Tiket Pesawat Secara Permanen
"Jadi memang perlu meningkatkan edukasi publik yang masif dan konsisten untuk menciptakan budaya inklusif di masyarakat. Bagaimanapun hak-hak dasar kesehatan dan ketenagakerjaan itu harus dirasakan semua, bukan cuma kalangan tertentu atau kelompok tertentu saja," pungkasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya