Dark/Light Mode

Denny JA: Banyak Agama Leluhur Yang Ajarkan Merawat Lingkungan

Sabtu, 7 Desember 2024 19:52 WIB
Denny JA. (Foto: Ist)
Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Merawat agama leluhur dan kepercayaan lokal di Indonesia bukan hanya soal hak asasi manusia atau hak konstitusi, tetapi juga tentang memperkaya budaya nasional dengan nilai-nilai positif.

Demikian ditegaskan Denny JA, Ketua Umum Esoterika, Forum Spiritualitas, dalam acara bersama Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) dan Aliansi Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) di Jakarta, Sabtu (7/12/2024).

Menurut Denny, banyak agama leluhur di Indonesia yang memiliki ajaran penting tentang pelestarian lingkungan hidup. “Agama leluhur dan kepercayaan lokal dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga lingkungan hidup Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Pakar: Kasus Timah Lebih Pas Diproses Pakai UU Lingkungan Hidup

Acara ini turut menghadirkan pembicara lain, seperti Budhy Munawar Rahman, Nia Sjarifudin, dan Engkus Ruswana, yang sepakat bahwa kearifan lokal memiliki nilai penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

Dalam forum tersebut, Denny juga menyinggung aksi protes di Parlemen Selandia Baru yang melibatkan Tarian Haka War dari Suku Maori. Protes itu menolak rancangan undang-undang yang dinilai merugikan hak-hak Suku Maori terkait tanah dan tradisi mereka.

“Aksi seperti ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat digunakan untuk memperjuangkan hak dan melindungi pelestarian lingkungan,” ungkap Denny. Ia menyoroti ajaran Maori seperti Tapu, yang memandang elemen alam, seperti hutan dan sungai, sebagai entitas hidup yang harus dihormati.

Baca juga : Polytron Gandeng Gojek Komit Ciptakan Ekosistem Kendaraan Ramah Lingkungan

Indonesia memiliki kekayaan budaya serupa. Terdapat lebih dari 187 aliran kepercayaan lokal yang masing-masing membawa ajaran pelestarian lingkungan. Beberapa contohnya; Sasi Laut (Maluku). Tradisi ini melarang sementara pengambilan hasil laut untuk memungkinkan regenerasi. Prinsipnya adalah memberi waktu bagi alam untuk pulih.

Lalu, Hutan Larangan (Minangkabau), yaitu kawasan hutan tertentu dianggap suci dan dilindungi sebagai paru-paru wilayah, menjaga keseimbangan ekosistem. Kemudian, Pamali (Kampung Naga), yaitu konsep ini melarang perusakan alam dan mengajarkan bahwa elemen seperti pohon, batu, dan air adalah bagian dari keluarga besar manusia.

“Ajaran-ajaran ini lahir dari pemahaman bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam. Merusak alam berarti merusak masa depan kita sendiri,” tambah Denny.

Baca juga : Trump Ancam Tarif Tambahan, China: Tak Ada Yang Bisa Menangkan Perang Dagang

Denny JA menutup forum dengan pernyataan inspiratif, “Indonesia harus menjadi lebih dari sekadar negara ekonomi atau politik. Indonesia harus menjadi negara budaya yang merawat tradisi dan menghormati agama-agama leluhurnya. Ini adalah warisan berharga yang tidak hanya memperkaya identitas bangsa, tetapi juga mendukung keberlanjutan planet ini.”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.