Dark/Light Mode

Muktamar IV ABI: Perkuat Budaya, Satukan Umat

Minggu, 8 Desember 2024 08:02 WIB
Organisasi Masyarakat (Ormas) Ahlulbait Indonesia (ABI) secara maraton menggelar Musyawarah Tertinggi (Musti) II dan Muktamar IV di Hotel Arqadia Mangga Dua, Jakarta, 6-8 Desember 2024. Foto: Istimewa
Organisasi Masyarakat (Ormas) Ahlulbait Indonesia (ABI) secara maraton menggelar Musyawarah Tertinggi (Musti) II dan Muktamar IV di Hotel Arqadia Mangga Dua, Jakarta, 6-8 Desember 2024. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Organisasi Masyarakat (Ormas) Ahlulbait Indonesia (ABI) secara maraton menggelar Musyawarah Tertinggi (Musti) II dan Muktamar IV di Hotel Arqadia Mangga Dua, Jakarta, 6-8 Desember 2024. Acara ini, bertema ‘Organisasi Berbudaya dan Berkearifan untuk Khidmat Keumatan dan Kebangsaan’.

"Kegiatan ini, menghadirkan diskusi mendalam mengenai pentingnya peran budaya dalam memperkuat identitas, keberlanjutan, dan relevansi ormas keagamaan di tengah tantangan zaman," ujar Ketua Umum (Ketum) ABI, Habib Zahir Yahya, dalam keterangannya, Minggu (8/12/2024).

Habib Zahir menekankan, ormas Islam di Indonesia merupakan entitas terbesar dengan pengikut yang mencapai puluhan juta. Namun, untuk berperan aktif dalam membangun peradaban, ormas keagamaan harus menjadi gerakan berbasis budaya dan agama yang konsisten.

"Landasan sebuah peradaban adalah budaya, bukan yang lain. Karena itu, ormas Islam harus menjadikan pembangunan budaya sebagai prioritas utama," tegasnya.

Baca juga : Perkuat Pasar Ekspor, Perkuat Jiwa Kewirausahaan

Habib Zahir menjelaskan, pembangunan budaya harus dilakukan dengan strategi matang agar ekspresi budaya ormas tidak menjadi sasaran stigma atau diskriminasi.

Sontak, dia mengajak seluruh skuad ABI segera mengidentifikasi budaya yang berakar pada nilai-nilai keyakinan Ahlulbait.

"Mensosialisasikannya dengan prinsip kearifan lokal, dan memperkuat kerja sama dengan organisasi lain untuk melestarikan budaya tersebut," sarannya.

Habib Zahir mendorong ABI berkolaborasi dengan organisasi Islam dan institusi lainnya dalam menyosialisasikan nilai-nilai budaya yang mereka junjung. Kerja sama lintas organisasi sangat penting untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya yang menjadi ciri khas komunitas ABI.

Baca juga : Perkuat Regulasi, Bentuk Tim Khusus

Menurutnya, Muktamar ke IV ini menjadi momentum penting bagi ABI untuk melangkah maju sebagai organisasi yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Melalui pendekatan berbasis budaya, ABI berharap dapat mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, penuh kearifan, dan bebas dari diskriminasi.

Di acara tersebut, peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Ahmad Najib Burhani mencoba mengupas peran budaya dalam membentuk identitas dan keberlanjutan ormas.

Di dalam seminar, dia membandingkan ormas-ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, ABI, dan IJABI. Menurutnya, meski terdapat perbedaan, semua ormas ini memiliki irisan budaya yang memperkuat keberlanjutan mereka.

"Ilmu pengetahuan adalah budaya. Dalam tradisi Syiah, sains dan inovasi menjadi bagian kuat dari identitas budaya yang bisa diterima luas di masyarakat tanpa kontroversi berlebihan," jelas Prof. Najib.

Baca juga : Mencari Teladan Ucapkan Selamat

Hadir pada acara tersebut sejumlah tokoh agama dan masyarakat, salah satunya adalah Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) dan perwakilan keduataan Iran di Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.