Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Anies Baswedan Bicara Demokrasi Dan Pendidikan Di Universitas Paramadina
Selasa, 17 Desember 2024 08:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina sukses menggelar Kuliah Kebangsaan Volume 2 dengan tema “Lentera Demokrasi Menerangi Jalan Menuju Keadilan Sosial” pada Senin (16/12/2024).
Acara yang menghadirkan tokoh nasional Anies Baswedan ini diselenggarakan di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Kampus Cipayung.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, dalam sambutannya mengingatkan kembali visi besar Nurcholish Madjid, pendiri universitas ini, tentang pentingnya nilai kepemimpinan, etika, dan kewirausahaan (leadership, ethics, dan entrepreneurship). Ia menekankan integrasi keindonesiaan, keislaman, dan kemodernan sebagai fondasi utama yang harus diwujudkan oleh para mahasiswa.
Baca juga : Dasco Dikukuhkan Pimpin Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Pancasila
Dalam kuliah kebangsaan ini, Anies Baswedan—yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina dan mencetuskan program Mata Kuliah Antikorupsi pada tahun 2008—membagikan pandangannya tentang perjalanan demokrasi Indonesia serta pentingnya keadilan sosial.
“Proses menjadi bangsa Indonesia sangat panjang. Namun, pada dasarnya, Indonesia merdeka untuk menegakkan keadilan sosial. Hal ini tertuang jelas dalam Pembukaan UUD 1945: ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,’” ujar Anies.
Ia juga menyoroti tantangan ketimpangan yang masih terjadi di berbagai sektor, khususnya kesehatan dan pendidikan. Anies mengisahkan pengalamannya saat memimpin Jakarta di masa pandemi Covid-19, ketika banyak masyarakat dari luar Jakarta datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Baca juga : Temui Menkum, Dubes Iran Bahas Kemungkinan Pemindahan Napi WN Iran ke Negaranya
“Ketimpangan ini harus dibereskan jika kita ingin menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Anies mengangkat, isu penyusutan kelas menengah di Indonesia, yang menurutnya disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. Meski begitu, ia menilai kecerdasan dan kompetensi kelas menengah masih tetap terjaga.
“Pendidikan, terutama pendidikan tinggi, memiliki peran sebagai eskalator sosial yang memungkinkan masyarakat kelas bawah naik ke kelas menengah. Namun, jika pendidikan tinggi terlalu mahal, masyarakat kelas bawah akan sulit naik kelas,” jelasnya.
Baca juga : Ayo Tingkatkan Literasi untuk Pendidikan Bermutu
Anies menekankan, kesetaraan akses pendidikan tinggi adalah kunci untuk menciptakan mobilitas sosial yang sehat dan berkeadilan. “Kesetaraan di bidang pendidikan adalah prasyarat utama untuk mencapai keadilan sosial,” tutupnya.
Kuliah Kebangsaan ini menjadi wadah refleksi dan diskusi yang mempertemukan mahasiswa dengan tokoh nasional, mendorong pemahaman mendalam tentang nilai demokrasi dan pentingnya keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya