Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Multipplier Effect Makan Bergizi Gratis Prabowo: Lapangan Kerja Baru
Rabu, 8 Januari 2025 12:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi meluncurkan Program Makan Siang Gratis untuk pelajar di seluruh Indonesia. Program ini mulai diterapkan secara bertahap pada awal tahun 2025 dengan tujuan mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi.
Peneliti Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai, program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto akan memiliki multipplier effect untuk masyarakat luas.
Salah satu dari dampak positif program ini ialah terciptanya lapangan pekerjaan dan pangsa pasar baru untuk masyarakat lokal sekitar dapur.
Baca juga : Anggaran Makan Bergizi Gratis: 71 Triliun Cuma untuk 6 Bulan
“Multipplier effect dari program makan bergizi gratis ini adalah akan terciptanya lapangan pekerjaan baru dan pangsa pasar baru bagi masyarakat sekitar lokasi dimana makan bergizi gratis berlangsung,” kata Eliza, Rabu (8/1/2025).
Menurutnya, pembentukan dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mengangkat perekonomian daerah karena bahan-bahan yang digunakan dari produk lokal. Selain itu, petugas dapur SPPG ini juga berasal dari masyarakat setempat.
Di sisi lain, Eliza mengusulkan agar pemerintah ke depannya juga dapat memanfaatkan dapur milik masyarakat lokal yang sudah ada.
Baca juga : Menkopolkam: Anak-anak Bilang, Makanannya Enak
Menurut dia, konsep dapur seperti itu dapat membawa lebih banyak keuntungan untuk masyarakat setempat meski memiliki beberapa kekurangan, seperti kesulitan ekseskusi perintah hingga sistem pembayaran.
“Bisa dengan memanfaatkan dapur yang ada, misal dapur yang sudah eksis di sekolah atau dapurnya UMKM atau dapur milik masyarakat lokal,” ujar Eliza.
Dia menilai pemanfaatan dapur lokal atau UMKM ini dapat menghemat anggaran dan menekan biaya distribusi karena dapurnya dekat dengan sekolah. Adapun tenaga kerja lokal akan lebih banyak terserap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya