Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Eks Anggota BIN Tewas Di Marunda, Pengamat Minta Polisi Ungkap Penyebab Kematian
Jumat, 17 Januari 2025 15:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kematian mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Brigjen TNI Purn Hendrawan Ostevan, masih menjadi misteri. Jasadnya ditemukan di perairan Marunda, Jakarta Utara pada Jumat (10/1/2025) lalu, dan hingga kini penyebab kematiannya belum terungkap.
Pengamat intelijen, Wawan Purwanto, berharap polisi segera mengungkap penyebab kematian Ostevan. "Sampai saat ini kita masih menunggu hasil penyelidikan Polri," kata Wawan saat dihubungi RM.id, Jumat (17/1/2025).
Seperti diketahui, jasad Ostevan ditemukan tewas mengambang di perairan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/1/2025). Korban mengendarai mobilnya ke Dermaga KCN Marunda. Berdasarkan hasil visum jenazah, tidak ditemukan tanda luka pada tubuh korban.
Namun, polisi masih belum mengungkapkan penyebab kematian korban. Polisi juga masih mencari keberadaan mobil yang dikendarai korban.
Baca juga : Pendapatan Petani Tetap Ideal, Stok Pangan Aman
Wawan mengatakan, sampai saat ini polisi masih mencari keberadaan mobil korban.
"Ketika mobil kecebur ke laut, beliau berhasil keluar. Hanya saja, kemampuan nafas manusia kan terbatas, usia 75 tahun, sehingga akhirnya jasadnya ditemukan mengambang di pantai," papar pengamat intelijen yang juga masih aktif di BIN itu.
Lebih lanjut, Wawan juga menceritakan kisah pertemanannya dengan korban. Selama masih aktif di BIN, Wawan menilai korban sebagai orang baik dan cerdas. "Saya kenal beliau sudah 20 tahunan. Kita sering diskusi, terutama terkait masalah multi-etnik dan hubungan luar negeri. Wawasannya luas dan mau menghargai pendapat orang lain," ungkap Wawan.
Wawan mengaku kaget mendengar kabar sahabatnya itu meninggal. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jenderal TNI purnawirawan bintang satu itu.
Baca juga : Artis Pemeran Mak Lampir Tewas Dibunuh, DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku
"Mendadak Jumat lalu saya dapat kabar terjadi musibah yang menimpa beliau di Marunda. Saya cek ke sejumlah pihak dan sahabat beliau, ternyata benar. Saya syok, dan umumkan rasa berkabung yang mendalam ke teman-teman sejawat," paparnya.
Dia mengaku perjumpaan terakhir dengan korban terjadi pada 2 tahun lalu. Saat itu, mereka tiga kali bertemu selama seminggu dalam waktu 2 jam.
"Beliau sangat menghargai pertemanan, santun dan bersahaja, semangat kerja dan nasionalismenya tinggi. Kita tunggu hasil investigasi lanjutan dari kasus ini. Doa saya, semoga beliau diampuni dosanya dan diterima di sisi-Nya. Amin," imbuh Wawan.
Terpisah, Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Josias Simon menerangkan polisi bisa menganalisis kejadian ini dengan mengecek beberapa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar tempat kejadian perkara. "Beberapa identitas yang ditemukan termasuk petunjuk pengungkapan," nilai Simon.
Baca juga : Bapanas Minta Pemda Perbarui Neraca Pangan
Hendrawan memiliki karier gemilang di dunia militer dan intelijen. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1972, ia memulai perjalanan kariernya sebagai Komandan Peleton Yonzipur 2/SG. Sementara di akhir masa pensiunnya, Hendrawan menduduki posisi sebagai Pembina Utama dan Tim Ahli Deputi BIN.
"Memang berdasarkan latar belakang sejarah korban, rasanya tidak mungkin (bunuh diri), tapi dilihat dari beberapa indikasi dalam berita-berita, tampak ada permasalahan yang belum tuntas. Sehingga mencari jawaban dengan melalui beberapa tempat," pungkas Simon.
Diketahui, sebelum ditemukan tewas mengambang di perairan Marunda, Hendrawan Ostevan sempat keliling ke sejumlah wilayah. Mobil yang dikendarai Ostevan berpindah-pindah ke lokasi yang jaraknya cukup jauh, Tangerang, Bogor hingga Jakarta Pusat.
Polisi pun belum bisa memastikan apakah korban bunuh diri atau kecelakaan. Namun, polisi menegaskan bahwa korban sendirian di dalam mobil. "Belum bisa kita jawab (apakah korban bunuh diri atau bukan)," singkat Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardy Marasabessy, Kamis (16/1/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya