Dark/Light Mode

Sah Dilantik Jadi Rektor ITB, Ini Pesan BGS Dan Menteri Satryo Untuk Prof Tata

Senin, 20 Januari 2025 19:48 WIB
Prof Tatacipta Dirgantara saat dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2025-2030. Foto: ITB
Prof Tatacipta Dirgantara saat dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2025-2030. Foto: ITB

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Teknologi Bandung (ITB), Budi Gunadi Sadikin (BGS), resmi melantik Prof Tatacipta Dirgantara, sebagai Rektor ITB periode 2025-2030. Pelantikan digelar dalam Sidang Terbuka MWA ITB di Aula Barat Kampus Ganesha, Senin (20/1).

Dalam acara ini, hadir sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Ilham Akbar Habibie, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, serta alumni dan sivitas akademika ITB.

Tampak juga President Director PT. Airbus Indonesia Nusantara Dani Adriananta, Alumni Mesin (Anggota Search Committee Pilrek ITB 2025-2030) Archandra Tahar, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin (Diwakilkan Alfian NM Senior VP Business Development), Direktur Astra International Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Astra International Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Setjen Kemenag Prof Muhammad Ali Ramdhani dan Pj. Walikota Cimahi Benny Bachti.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya sebagai Ketua MWA berharap agar Prof. Tata mampu membawa ITB menghasilkan alumni yang berkontribusi besar bagi bangsa. “Mudah-mudahan lebih banyak lagi tokoh-tokoh alumni ITB yang menjadi figur besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia dan dunia,” kata BGS dilansir laman resmi ITB.

Baca juga : Ini 9 Pesan Ketum DePA-RI Luthfi Yazid Untuk Para Advokat

Prof Tata menggantikan Prof Reini Wirahadikusumah, yang dinilai berhasil membawa ITB melewati tantangan pandemi Covid-19 dan memodernisasi kampus. Dalam sambutannya, Prof Tata berkomitmen menjadikan ITB sebagai Universitas Generasi Keempat. 

“Kita harus siap menghadapi tantangan global seperti perubahan teknologi, energi bersih, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi,” tegasnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro, berharap ITB semakin unggul dan mandiri. “ITB harus menjadi pelopor perubahan dengan memadukan humaniora, seni, sains, teknologi, dan bisnis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya empat panggilan ITB sebagai perguruan tinggi, antara lain memelopori pencerdasan bangsa, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, berinovasi unggul, dan berkomitmen pada pengabdian yang berdampak nyata.

Baca juga : Dihadiri Menko Yusril, Ini Deretan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Iwakum

"Semoga ITB terus progresif dan menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan bangsa melalui solusi inovatif dan inklusif," kata Menteri Satryo.

Sementara itu, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin optimistis Prof Tata mampu menjadikan ITB perguruan tinggi kelas dunia. “Saya meyakini bahwa visi besar yang ada di benak beliau menjadikan ITB sebagai perguruan tinggi kelas dunia bukanlah hanya isapan jempol belaka,” kata Bey.

Profil Singkat Prof Tatacipta Dirgantara

Prof Tata adalah alumni ITB dengan latar belakang pendidikan teknik mesin dan dirgantara. Beliau melanjutkan studi doktoral di Inggris dan aktif berkontribusi di berbagai organisasi keilmuan serta riset inovatif. 

Sebelum menjabat Rektor, Prof Tata adalah Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB. Ia juga pernah menjabat Ketua Forum Dekan Teknik Indonesia dan Dewan Pakar Badan Kejuruan Mesin PII.

Baca juga : Asta Cita: Reformasi Desa Dan Kecamatan Hulu Untuk Indonesia Raya

Selama kariernya, Prof. Tata telah menorehkan banyak prestasi, seperti penghargaan Tokoh Transportasi Nasional 2024 dan Scientific Breakthrough Against Pandemic untuk inovasi ventilator saat pandemi. Dengan 98 makalah terindeks Scopus dan berbagai penghargaan lain, ia dikenal sebagai akademisi sekaligus inovator andal.

Tahapan pemilihan Rektor ITB 2025-2030 dimulai sejak September 2024 dan ditetapkan melalui Sidang MWA ITB pada November 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.