Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dorong Peningkatan Kewaspadaan
Panglima TNI Ingatkan Ancaman Perang Siber
Minggu, 9 Februari 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Selanjutnya, penyerang akan menggunakan aplikasi terpercaya untuk menyebarkan ransomware dan mengadaptasi teknologinya agar tetap efektif di masa depan.
“Serangan rantai pasokan juga akan semakin meningkat. Penjahat dunia maya akan menargetkan ekosistem sumber terbuka dan mengeksploitasi ketergantungan kode untuk mengganggu organisasi,” jelasnya.
Pratama menambahkan, ancaman siber juga bisa datang dari ketegangan geopolitik yang terjadi diantara para aktor “Big Four” (Rusia, China, Iran dan Korea Utara). Munurutnya, ketegangan di antara mereka bisa memicu perang siber untuk kepentingan geopolitik.
Baca juga : Bupati Karawang Kini Berlabuh Ke Gerindra
“Serangan siber yang didorong oleh agenda ideologis atau politik akan meningkat, menargetkan Pemerintah, bisnis dan infrastruktur penting,” tandasnya.
Adanya potensi ancaman dan gangguan keamanan dari ruang siber juga menjadi perbincangan netizen di media sosial X.
Mereka berharap, Indonesia mempunyai kemampuan bela diri dalam menhadapi perang siber dan dapat mengantisipasi berbagai macam pemicunya.
Baca juga : KPK Sita Empat Aset Tersangka
“Saat ini, negara-negara lain sibuk mengembangkan AI, big data, buat robot agar bisa jadi yang terunggul bila sewaktu-waktu meletus perang siber. Di Indonesia Pemerintah Daerah malah sibuk ngurus poligami. Ayolah.... Kita harus lihat ke depan,” cuit akun @parisyourss.
“Makanya, kita jangan tergantung sama teknologi informasi barat. Kalau terjadi perang siber dan AI, porak-poranda lah kita,” sahut akun @NasiAking234.
“Disadari atau tidak, sebetulnya perang siber sempat terjadi saat ketegangan antara Israel dengan negara yang pro Palestina. Itu terlihat jelas dari usaha mereka menghapus peta Palestina di internet,” tulis akun @bukan_bentoo.
Baca juga : Sikat Koruptor, KPK Dan Kejagung Sama-sama Ngegas
“Kalau nggak salah, saya sempat baca berita, AS takut sama Tiktok karena China bisa ‘ngintip’ mereka. Kita semua tahu, AS sangat sensitif dengan China, termasuk soal dagang. Tapi, di Indonesia, tiap hari penduduknya malah joget-joget depan tiktok pake sound ubur-ubur ikan lele,” keluh akun @golonganair. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya