Dark/Light Mode

Peresmian Dihadiri Menkes

Oneject Siap Pasok 6 Juta Kantong Darah Dan 1.500 Mesin Hemodialisis

Kamis, 27 Februari 2025 07:46 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin (tengah), Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla  (kanan) dan Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja T Tjahjana saat peluncuran mesin hemodialisa dan kantong darah di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/2/2025). (Foto: Sri Nurganingsih/RM.id)
Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin (tengah), Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla (kanan) dan Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja T Tjahjana saat peluncuran mesin hemodialisa dan kantong darah di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/2/2025). (Foto: Sri Nurganingsih/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Oneject Indonesia (Oneject), produsen alat kesehatan, meluncurkan produk terbaru mereka, yakni kantong cuci darah dan mesin hemodialisis yang diproduksi secara lokal di Indonesia. 

Peluncuran ini menjadi wujud nyata komitmen Oneject dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional. 

Oneject berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dan solusi medis yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.

Peluncuran kantong darah dan mesin hemodialisa ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla dan Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja T Tjahjana, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/2/2025).

Baca juga : Warga Panik, Angkut Barang Dan Mengungsi

 

Alat hemodialisa dan kantong darah yang diproduksi Oneject Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi. (Foto: Sri Nurganingsih/RM.id)

 

Direktur Utama Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana mengatakan per tahunnya, pihaknya mampu memproduksi 6 juta piece kantong darah dan sekitar 1.200-1.500 mesin hemodialisa. 

Jahja berharap, Oneject dapat menyediakan sedikitnya 70 persen dari jumlah kantong darah yang dibutuhkan Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca juga : Kantor Perwakilan BNI di Sydney Siap Disulap Jadi Kantor Cabang Tahun Depan

"Misalnya PMI memerlukan 5 juta kantong darah, 70 persen itu 3,5 juta diharapkan kami bisa memasok ke PMI," ujar Jahja. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan inisiatif memproduksi kantong darah dan mesin hemodialisis secara domestik dapat membantu transformasi kesehatan, terutama dalam memperkuat ketahanan kesehatan. 

Menkes menambahkan, perlu ada strategi agar barang-barang yang dibutuhkan masyarakat pada saat gawat darurat (emergency) dapat diproduksi secara domestik. 

"Hal itu penting agar dapat bersiap ketika ada kejadian saat negara di-lockdown lagi, dan pasokan tetap ada," ujar Menkes.

Baca juga : Peresmiannya Dihadiri Dubes Heri & Masaki, Gerai Furnitur Jepang Rambah Indonesia

Ia menambahkan, dengan adanya produk kantong darah dan mesin hemodialisis produksi dalam negeri, hal ini dapat membantu pembelanjaan negara dan berkontribusi pada 3 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia. 

Lebih lanjut Menkes mengatakan, kehadiran mesin hemodialisis sangatlah penting karena kebutuhan cuci darah terus meningkat. 

"Sangat perlu memeriksakan diri melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebelum penyakitnya menjadi kronis dan memerlukan cuci darah," ujarnya. 

Dia juga mengajak industri Tanah Air untuk turut memproduksi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan negeri, sesuai kebijakan pemerintah terutama dalam pemberian cek kesehatan gratis dan peningkatan kualitas rumah sakit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.