Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rumah Tenggelam, Mall Terendam, Aktivitas Lumpuh
Jabodetabek Darurat Banjir
Rabu, 5 Maret 2025 08:20 WIB
Sebelumnya
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan, pihaknya akan melakukan operasi modifikasi cuaca. Tujuannya untuk mengendalikan potensi hujan dan mempercepat pemulihan lingkungan akibat banjir di wilayah Jabodetabek. Operasi ini dilakukan dengan menaburkan garam (NaCl) ke awan potensial menggunakan pesawat.
“Rencananya, modifikasi cuaca ini akan berlangsung selama empat hari, mulai hari ini hingga 8 Maret mendatang,” kata Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Suharyanto menegaskan, BNPB bersama lembaga terkait, berkomitmen untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat. Selain itu, BNPB akan mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan.
Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan peralatan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir terpenuhi secara optimal.
Banjir parah yang terjadi di Jabodetabek menjadi perhatian Istana. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan BNPB untuk segera mengatasi permasalahan banjir yang melanda wilayah Jabodetabek. Instruksi ini disampaikan Prabowo saat acara taklimat dan buka bersama Kabinet Merah Putih di Istana.
Baca juga : Bayar THR PNS, Pemerintah Kucurkan 50 Triliun
“Presiden mengatakan, ada beberapa daerah yang sekarang mengalami kebanjiran. Dan sudah koordinasi dengan BNPB untuk segera ditangani,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Presiden Prabowo, kata Hasan, juga secara spesifik menyoroti banjir yang melanda di kawasan Bekasi. Prabowo ingin BNPB dapat segera membantu korban terdampak.
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan, Pemerintah mengidentifikasi kebutuhan utama dalam penanganan banjir di Jabodetabek. Mulai dari upaya penyelamatan dan evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan layanan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur dan rehabilitasi kawasan.
Pernyataan Pratikno tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi secara online atau dalam jaringan (daring). Pratikno mengatakan bahwa dalam upaya penanganan darurat di lapangan, BNPB akan mengoordinasikan seluruh pihak terkait, termasuk TNI, Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, lembaga usaha, dan sumber daya lainnya.
“Kita harus bergerak cepat. Prioritas kita menyelamatkan dan mengevakuasi masyarakat terdampak, memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi,” kata Pratikno.
Baca juga : Jokowi Bagi-bagi Beras Ke Masyarakat
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku sudah menggelontorkan dana mencapai Rp 3 miliar untuk bantuan ke korban bencana banjir di Jabodetabek. Bantuan itu diberikan dengan bentuk makanan hingga obat-obatan.
Gus Ipul memastikan dukungan dari Kemensos terus mengalir ke masyarakat terdampak banjir. Ia pun memastikan para korban mendapat tempat pengungsian yang layak.
“Selain bantuan logistik, makanan siap saji juga telah dikirimkan, dan dapur umum telah didirikan, salah satunya di Jatiasih. Dapur umum ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi dengan Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul.
Di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi Pintu Air Manggarai untuk memantau kondisi pintu air dan merespons meningkatnya debit air yang mengancam sebagian besar wilayah Jakarta.
Dalam kunjungan itu, Pramono didampingi oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum. Setibanya di lokasi, Pramono langsung melakukan perbincangan singkat dengan Ika, kemudian mengunjungi area penyaring sampah di aliran Sungai Ciliwung.
Baca juga : Prabowo Minta Para Menteri Tidak Cepat Berpuas Diri
Tak lama setelah kunjungan, Pramono menjelaskan ketinggian air di Pintu Air Manggarai kini telah menyentuh angka 850 cm. “Maka Jakarta sekarang sudah berada pada Siaga 2,” ujar Pramono setelah meninjau lokasi di Manggarai.
Pramono menjelaskan, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh curah hujan tinggi yang melanda kawasan hulu dan menyebabkan banjir kiriman. Menurut Pramono, hampir 90 persen dari volume air yang mengalir ke Jakarta berasal dari kiriman, sehingga puncak banjir di ibu kota lebih dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah hulu seperti Bogor dan Puncak. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya