Dark/Light Mode

Pemda Setempat Juga Dibantu Kemensos dan Kemenko PMK

Bantu Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Lebak Gedong, BNPB Sumbang Rp 350 Juta

Sabtu, 4 Januari 2020 14:43 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo (kedua kiri), memberi bantuan kepada Korem 064/Maulana Yusuf untuk penanganan darurat di lokasi banjir dan longsor Lebak Gedong, Banten, Sabtu (4/1). (Foto: Humas BNPB)
Kepala BNPB Doni Monardo (kedua kiri), memberi bantuan kepada Korem 064/Maulana Yusuf untuk penanganan darurat di lokasi banjir dan longsor Lebak Gedong, Banten, Sabtu (4/1). (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten pada Sabtu (4/1).

Dalam kunjungan tersebut, Doni Monardo menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp 350 juta kepada Korem 064/Maulana Yusuf, yang digunakan untuk penanganan darurat.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Danrem setempat.

Baca juga : Kepala BNPB Bersama Menko PMK Tinjau Pengungsi Banjir di Lebak dan Bogor

Selain itu, Pemda setempat juga mendapat bantuan dana dari Kemenko PMK sejumlah Rp 500 juta dan Kemensos Rp 611 juta.

Dalam kunjungannya, Doni menyapa para penyintas yang masih bertahan di Pos Kesehatan di Desa Banjar Irigasi, Lebak Gedong.

Ia menyampaikan apresiasi kepada petugas, TNI, Polri, Basarnas dan unsur Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah melakukan upaya penanganan darurat.

Baca juga : 29 Tewas dan 13 Hilang Dalam Musibah Banjir dan Longsor Bengkulu

"Sejak hari pertama, mereka telah turun ke lapangan. Memberikan bantuan pertama, pertolongan pertama kepada masyarakat terdampak," ujar Doni di Lebak Gedong, Sabtu (4/1).

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong pada Jumat (3/1), menyebabkan lima orang meninggal dunia. Bencana tersebut terjadi pada Jumat (3/2), pukul 16.30 WIB.

Selain hujan intensitas tinggi, galian tambang milik Aneka Tambang yang tidak dikembalikan fungsinya, juga turut menyebabkan bencana tersebut. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.