Dark/Light Mode

Anggaran Makan Bergizi Gratis

Dari 71 TriliunJadi 171 Triliun

Sabtu, 15 Maret 2025 08:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Wakil Menteri Suahasil Nazara (kiri) dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/25). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Wakil Menteri Suahasil Nazara (kiri) dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (13/3/25). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
“Dari rencana awal memang juga penyerapan besar utamanya mulai September ketika sumber daya manusia dan infrastruktur sudah siap di lapangan,” ungkap Dadan.

Selain itu, Dadan juga menjelaskan alasan penyerapan MBG belum tembus di nominal triliunan. “Utamanya karena proses penyesuaian kelengkapan administrasi di tahap-tahap awal,” jelas ia.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berlangsung selama Bulan Ramadan, menyesuaikan dengan kalender libur sekolah dan perayaan Idul Fitri 2025.

Baca juga : APBN Terkelola Baik, Keseimbangan Primer Surplus Rp 41 Triliun

Juru Bicara Kantor Komunikasi Ke­presidenan Dedek Prayudi menjelaskan, distribusi MBG akan mengikuti jadwal sekolah. Program ini tidak dibagikan saat sekolah libur, seperti di awal dan akhir Ramadan serta selama libur Lebaran.

"Distribusi MBG mengikuti kalender anak sekolah. Saat sekolah libur, di awal dan akhir Ramadan, kemudian libur Lebaran, Program MBG tidak dibagikan,” katanya di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Sesuai dengan Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pembelajaran di Bulan Ra­madan dan Perayaan Idulfitri 1446 H, libur awal Ramadan berlangsung dari 27 Februari hingga 5 Maret. Sekolah kembali aktif pada 6 Maret, dan MBG kembali didistribusikan. Sementara itu, libur Lebaran dimulai pada 26 Maret hingga 8 April, dan program ini akan kembali berjalan pada 9 April ketika siswa kembali ke sekolah.

Baca juga : Penjara Koruptor Di Pulau Terpencil, Wacana Presiden Banyak Yang Dukung

Uki, sapaan akrab Dedek Prayudi, menambahkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyusun konsep MBG khusus selama Ramadan. Untuk siswa yang berpuasa, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan menu yang tetap memenuhi angka kecukupan gizi (AKG).

Makanan dikemas dalam goodie bag agar bisa dibawa pulang. Ia menegaskan, konsep zero waste tetap diterapkan dalam program ini. Siswa diwajibkan membawa sendiri goodie bag dari rumah dan menggunakannya kembali keesokan harinya, sehingga tidak menimbulkan sampah.

Menu Makan Bergizi Gratis saat Ra­madan disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berpuasa, seperti susu, telur rebus, biskuit, buah-buahan, dan kurma. Jenis makanan yang dipilih me­rupakan makanan yang tahan lama dan dapat disesuaikan dengan menu khas Ramadan di masing-masing daerah.

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Harapannya Bisa Ciptakan Keselarasan

Sementara itu, bagi siswa yang ti­dak berpuasa, Makan Bergizi Gratis tetap dibagikan seperti biasa. Namun, mereka akan mengonsumsi makanan di ruangan terpisah agar tetap menghor­mati siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa. [UMM/BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.