Dark/Light Mode

Difitnah Diam, Dicela Diam, Dijelekkan Diam

Jokowi: Saya Ngalah Terus, Tapi Ada Batasnya

Sabtu, 15 Maret 2025 08:15 WIB
Presiden ke-7 RI Jokowi foto bersama Komunitas Mahasiswa Papua Solo Raya di kediamanannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (14/3/2025). (Foto: Instagram/jokowi)
Presiden ke-7 RI Jokowi foto bersama Komunitas Mahasiswa Papua Solo Raya di kediamanannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (14/3/2025). (Foto: Instagram/jokowi)

 Sebelumnya 
"Kasus Mas Hasto jelas politisasi hukum, kriminalisasi jahat dan itu lah kenapa kami sebagai partai baik DPP maupun fraksi akan bersama-sama melawan kesewenang-wenangan ini," tegas anggota DPR itu.

Sementara itu, sejumlah elite PDIP menanggapi balik pernyataan Jokowi. Juru Bicara PDIP Guntur Romli meni­lai, pengakuan Jokowi soal diam saat difitnah tidak jelas. Karena selama ini, justru Jokowi aktif menanggapi pernyataan PDIP.

Guntur menegaskan partainya sama sekali sudah tidak percaya dengan apapun ucapan Jokowi.

Dia lantas menyinggung peringatan Jokowi soal kesabaran ada batasnya. "Kata Gus Dur, sabar itu gak ada batasnya. Kalau ada batasnya berarti tidak sabar," sindirnya.

Baca juga : Hasto Senyum, Teriak Merdeka

Ketua DPP PDIP Hendrawan Su­pratikno memilih bersikap bijak me­nyikapi peringatan dari Jokowi. "Di bulan puasa ini alangkah indahnya kita semua menahan diri, memperkuat nilai spiritualitas dan religiositas. Mem­bangun keadaban publik yang penuh kejujuran dan cinta kasih," ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Utje Gustaaf mendesak Jokowi agar mengambil tindakan tegas. Utje men­dukung Jokowi apabila ingin memidan­akan pihak-pihak yang memfitnahnya.

"Kami tidak menutup kemungki­nan untuk mendesak Pak Jokowi mengambil tindakan hukum terhadap para tukang fitnah tersebut," sebut Utje kepada Rakyat Merdeka.

Utje meyakini tudingan PDIP terha­dap Jokowi dilakukan secara terstruk­tur, sistematis, dan masif. "Terlebih ada kesengajaan dari pimpinan puncak partai untuk membiarkan kadernya melakukan fitnah tersebut," cecar relawan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 itu.

Baca juga : Dari 71 TriliunJadi 171 Triliun

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar. Menurutnya, pihak yang menyerang Jokowi telah menunjukkan jiwa kekanak-kanakan. Hal ini juga membukti­kan mereka tidak berjiwa besar menyikapi kasus hukum yang menjerat Hasto.

"Seperti anak kecil yang sedang ngambek, bicara melantur tidak jelas. Seperti orang tantrum saja, sangat terlihat stres berat ya," kata Semar, Jakarta, Jumat, (14/3/2025).

Semar menilai Jokowi masih menjadi salah satu putra terbaik bangsa dengan legacy prestasi cukup banyak selama dua periode memimpin bangsa ini. Menurut dia, terlalu jauh bila Jokowi dituduh ikut campur dalam urusan internal partai tertentu.

"Kami sejak dulu mendukung dan membersamai Pak Jokowi karena menilai beliau salah satu sosok anak bangsa yang terbaik, dan layak dijadi­kan panutan atau role model," ujar dia.

Baca juga : APBN Terkelola Baik, Keseimbangan Primer Surplus Rp 41 Triliun

Semar menegaskan pihaknya pasang badan terhadap Jokowi yang jadi sasaran fitnah, celaan, maupun hinaaan. Menurutnya, sikap diam dan sabar yang dimiliki Jokowi saat mendapat­kan fitnah dari pihak-pihak tertentu justru memiliki batasan.

"Kami menyerukan melakukan perlawanan terhadap siapa pun yang menyampaikan hal-hal berupa fitnah, atau pun tuduhan tanpa bukti dengan tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali karena ini sungguh sudah sangat menyesatkan," ujar Semar. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.