Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan, evakuasi ini tidak mudah, mengingat Myawaddy merupakan daerah konflik dengan berbagai faksi yang memiliki kepentingan masing-masing. Tim evakuasi harus berhadapan dengan jalur yang sulit serta ancaman keamanan.
Sugiono mengatakan, sebelum diterbang ke Indonesia, para korban lebih dulu dievakuasi dari Myawaddy ke Mae Sot, Thailand dan melanjutkan perjalanan darat selama 10 jam menuju Bangkok dengan 13 armada bus.
“Ada berbagai faksi dan kepentingan di Myawaddy, Myanmar. Koordinasi yang dilakukan tidak mudah dan butuh waktu yang cukup lama untuk bisa sampai dan melakukan upaya evakuasi,” ujarnya.
Baca juga : Yanuar Arif Wibowo: Kebijakan Ini Bertujuan Baik
Sugiono turut mengapresiasi tim gabungan dari Kemenlu serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon dan Bangkok yang berperan penting dalam pemulangan WNI ini. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada otoritas Thailand dan Myanmar yang membantu prosesnya.
Terakhir, Sugiono menegaskan, Pemerintah menaruh perhatian serius dalam menegakkan hukum terhadap sindikat TPPO. Karena itu, dia meminta masyarakat mengikuti jalur resmi, legal dan dapat dipertanggungjawabkan jika hendak bekerja di luar negeri.
“Jangan mudah terpengaruh iming-iming janji yang tidak jelas,” pungkasnya.
Baca juga : Gemilang Tarigan: Kami Memprotes Kebijakan Ini
Sementara itu, salah satu korban bernama Damanhuri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan seluruh unsur pemerintah yang telah membantu pemulangan rombongannya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah diberikan kepada kami,” kata Damanhuri kepada Menko Polkam dengan suara terbata-bata.
Sambil terharu dan menahan tangis, pria asal Jawa Barat itu mengimbau kepada seluruh WNI agar berhati-hati dalam menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri supaya terhindar dari penipuan. “Jangan asal berteman di sosial media. Karena, kami merupakan korban dari sosial media dan diajak para recruiter kerja yang tidak jelas,” tuturnya.
Baca juga : Menaker Pastikan JHT Cair Sebelum Lebaran
Diketahui, ratusan WNI tersebut menjadi korban penipuan dalam kejahatan siber yang dilakukan di internet. Biasanya, korban direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri, tetapi setelah sampai di lokasi, mereka dipaksa bekerja dalam sindikat penipuan daring.
Setelah berada di luar negeri, para korban dipaksa melakukan penipuan online, seperti love scamming (menipu orang dengan berpura-pura menjalin hubungan asmara), investment scam (menawarkan investasi palsu), atau phishing (mencuri data pribadi). Jika gagal mencapai target yang ditetapkan sindikat, mereka sering mengalami kekerasan, penyiksaan, atau bahkan ancaman lebih serius seperti perdagangan organ. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya