Dark/Light Mode

Struktur Pengurusnya Diumumkan Hari Ini

Prabowo Tak Nitip Satu Orang Pun Di Danantara

Senin, 24 Maret 2025 08:10 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani. (Foto: Instagram/rosanroeslani)
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani. (Foto: Instagram/rosanroeslani)

 Sebelumnya 
Karena dana dan aset BUMN merupakan kekuatan ekonomi pemerintah, Prabowo meminta pengelolaan dana harus dilakukan sebaik-baiknya. Prosesnya juga harus transparan dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi.

Kepala Negara menekankan kepada pimpinan Danantara untuk hati-hati dalam mengambil keputusan. “Kalau perlu, tidak perlu terlalu cepat. Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita. Harus dijaga dengan baik,” kata Prabowo.

Presiden meminta pengawasan dan penilaian risiko sangat berlapis sehingga tokoh masyarakat dari berbagai kalangan bisa ikut mengawasi. Selain itu, seluruh kebijakan yang dikeluarkan pimpinan Danantara harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan setiap saat.

Baca juga : Teroris Papua Kembali Berulah

Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia diluncurkan pada 24 Februari 2025. Badan baru ini berperan dalam mengoptimalisasi aset-aset BUMN untuk diinvestasikan dalam berbagai proyek strategis berjangka panjang.

Danantara sebagai dana kekayaan negara mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS.

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Makruf mengatakan, proses inbreng atau pengalihan saham selesai pekan depan. Nantinya, saham-saham milik BUMN akan dialihkan ke BPI Danantara.

Baca juga : Tantangan Ekonomi Saat Ini, Genjot Pendapatan Negara

Dia mengatakan, proses inbreng saham BUMN ke Danantara sudah dibahas bersama. Diketahui, peralihan kepemilikan tersebut memang dikejar rampung pada Maret 2025 ini.

Eks Ketum PMII ini menegaskan, nantinya BUMN berstatus Perseroan Terbatas (PT) atau persero yang masuk ke Danantara lebih dahulu. Sementara BUMN dalam bentuk Perusahaan Umum (Perum) belum akan dipindahkan.

Dia mengatakan, nasib BUMN Perum masih dibahas oleh Kementerian BUMN. Ada opsi agar Perum ditransformasi jadi PT atau dikembalikan kementerian teknis menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Baca juga : TB Hasanuddin: Tidak Apa-apa Diuji, Biar Lebih Valid

“Masih kita bahas, ada beberapa opsi untuk yang di perum itu. Bisa kita naikkan statusnya jadi persero,” jelasnya.

Kendati proses inbreng saham dilakukan dalam waktu singkat, Amin memastikan kegiatan operasial BUMN tidak akan terganggu. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.