Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hujan yang melanda Banjarnegara, Jawa Tengah sejak Rabu (8/1) sore hingga malam, mengakibatkan longsor di beberapa wilayah.
Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara per 9 Januari 2020 pukul 08.00 WIB menyebutkan, longsor terjadi di 12 titik.
Berikut ini info mengenai 12 titik longsor yang dimaksud:
- Longsor di jalur Provinsi tepatnya tanjakan Sikelir (kec. Wanayasa)
- Longsor di jalur Sumberjo menuju Sidengok (jalan desa kec. Pejawaran)
- Longsor di Dusun Sipreng Desa Kalisat Kidul Kec.Kalibening ( pemukiman)
- Tebing longsor di Tanjakan Princigan ruas jalan Ratamba menuju Batur ( jalan desa)
- Longsor Karangnangka, Binangun Karangkobar (jalan kabupaten)
- Longsor Dukuh Alian Desa Ambal Karangkobar (jalan kababupaten)
- Longsor di Dukuh Gintung Desa Binangun RT02 RW02 Kec.Karangkobar (jalan)
- Longsor di Dukuh Sidamulya Desa Leksana Kec.Karangkobar (longsor pemukiman mengancam 1 rumah)
- Longsor di jalur Gumelar menuju Karangkobar (jalan desa)
- Longsor Dusun Sawalan RT05 RW03 Desa Kalisat Kidul kalibening (pemukiman)
- Longsor Desa Pesantren Dusun Sruni RT04 RW04 kec. Wanayasa (jalan desa)
- Longsor di ruas jalan Karangkobar menuju Banjarnegara tepatnya di tikungan Slatri ( jalan propinsi)
Baca juga : Basuki Kerahkan 11 Alat Berat Untuk Terobos Jalur Longsor Di Bogor
Terkait hal ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, saat ini pendataan masih terus dilakukan. Penanganan darurat, dilakukan oleh BPBD, TNI/POLRI, Relawan dan masyarakat.
Beberapa alat berat BPBD, DPU PR dan Bina Marga Propinsi sudah diturunkan untuk melakukan pembersihan.
BPBD mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga karena cuaca ekstrim diprediksi akan terus berlangsung hingga Februari 2020. Hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, banjir, longsor dan pohon tumbang harus diwaspadai.
Baca juga : Malam Tertawa Siang Menangis
"Masyarakat juga diharapkan mengetahui jalur evakuasi, dan menyiapkan tas siaga bencana, yang dapat dibawa ketika terjadi bencana," ujar Agus.
Tas siaga bencana berisi dokumen-dokumen penting keluarga, makanan dan minuman, pakaian, senter, peluit, radio/telepon genggam, obat-obatan dan barang lainnya sesuai keperluan.
Masyarakat agar rutin melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran air / selokan, dan memangkas pohon yang terlalu rimbun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya