Dark/Light Mode

Merasa Difitnah, Pertimbangkan Bawa ke Ranah Hukum

Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Wartawan

Kamis, 17 April 2025 08:56 WIB
Presiden ke-7 RI Jokowi (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)
Presiden ke-7 RI Jokowi (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 RI Jokowi menjawab tudingan menggunakan ijazah palsu dengan dua sikap tegas. Pertama, Jokowi menunjukkan langsung seluruh ijazahnya dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi ke wartawan. Kedua, Jokowi menyatakan sedang mempertimbangkan membawa kasus ini ke ranah hukum, karena merasa sudah difitnah.

Belakangan ini, tudingan Jokowi memakai ijazah paslu kembali mengemuka. Terutama ijazah dari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Untuk memastikan semua ijazahnya asli, Jokowi menunjukkan langsung seluruh ijazahnya, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, ke awak media di rumahnya, di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/4/2025). 

Jokowi mempersilakan wartawan melihat ijazahnya, satu per satu. Namun, Jokowi mewanti-wanti wartawan, "Jangan difoto ya."

Untuk pendidikan dasar, ijazah Jokowi diterbitkan SD Negeri Tirtoyoso, Solo. Selanjutnya, pendidikan menengah pertama dari SMP Negeri 1 Solo dan pendidikan menengah atas dari SMA Negeri 6 Solo. Kemudian, ijazah perguruan tinggi dari Fakultas Kehutanan UGM. 

Awalnya, Jokowi tak berniat memperlihatkan ijazah-ijazahnya itu. Namun, karena gencarnya tudingan dari segelintir orang, dia memutuskan memperlihatkan ijazah itu ke media. "Saya baru memutuskan untuk memperlihatkan kepada Bapak/Ibu baru tadi malam," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Baca juga : BSI Optimistis Bisnis Emas Makin Berkilau

Ijazah dari jenjang SD hingga SMA disimpan dalam stopmap yang berbeda dengan ijazah kuliah. Jokowi sempat menjelaskan perbedaan stopmap untuk menyimpan ijazah-ijazah tersebut. "Kalau ini stopmap ndak asli (dari SD, SMP, SMA). Kalau ini stopmap asli dari UGM," terangnya.

Terhadap segelintir pihak yang menuding ijazahnya paslu, Jokowi tampak geram. Ayah dari Wapres Gibran Rakabuming Raka ini pun mempertimbangkan melaporkan segelintir orang itu ke aparat hukum.

"Saya mempertimbangkan (ke jalur hukum). Karena ini sudah jadi fitnah di mana-mana," ucap mantan Wali Kota Solo tersebut.

Meski demikian, Jokowi enggan menyebutkan siapa yang bakal dilaporkan ke pihak berwajib. "Nanti, biar disiapkan oleh kuasa hukum. Akan segera kami putuskan. Nanti kuasa hukum yang akan melihat," imbuhnya.

Sementara, pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazah Jokowi terus melakukan demonstrasi. Teranyar, pihak yang mengatasnamakan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) melakukan demonstrasi di kediaman pribadi Jokowi, Rabu (16/4/2025) pagi. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi di UGM. 

Massa yang datang ke rumah Jokowi lebih sedikit dibandingkan di UGM, hanya puluhan orang. Saat aksi, mereka membentangkan spanduk bertuliskan desakan agar Jokowi menunjukkan ijazah asli.

Baca juga : Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi kemudian menerima empat orang perwakilan dari demonstran untuk berdialog. "Alhamdulillah sudah saya terima tadi di dalam rumah. Beliau ingin silaturahmi, tentu saya terima dengan baik," ucap Jokowi. 

Namun, Jokowi memastikan tidak menunjukkan ijazah aslinya kepada para demonstran. "Beliau-beliau ini meminta untuk saya bisa menunjukkan ijazah asli. Saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban dari saya menunjukkan ke mereka," ujarnya. 

Dia menekankan, pihak UGM sudah jelas menyampaikan terkait ijazah tersebut. "Sudah sangat jelas, kemarin UGM sudah memberikan penjelasan yang gamblang dan jelas," tambahnya. 

Jokowi hanya akan memperlihatkan seluruh ijazahnya apabila diminta pengadilan. "Kalau ijazah asli diminta hakim, diminta pengadilan untuk ditunjukkan, saya siap datang dan menunjukkan ijazah asli yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro sudah memastikan, ijazah S1 Jokowi asli. Dia menerangkan, Jokowi diwisuda di UGM pada 5 November 1985. 

"Joko Widodo itu tercatat dari awal sampai akhir melakukan tridarma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada, dan kami memiliki bukti-bukti, surat-surat, dokumen-dokumen yang ada di Fakultas Kehutanan," kata Wening, di UGM, Selasa (15/4/2025).

Baca juga : Penataan Kabel Utilitas Berantakan Di DKI Lelet

Wening menjamin perkataannya sahih. Ia bilang, UGM tidak pada posisi siapa pun. Tugas kampus hanya menjelaskan statuta seseorang yang pernah berkuliah di UGM. 

Wening menegaskan, dalam menyampaikan keterangan, UGM tidak berdasarkan kata orang, melainkan pada data yang dimiliki. Wening siap memberikan penjelasan di Pengadilan apabila polemik ini sampai ke ranah hukum.

“Kami mempersilakan apabila nanti kemudian ada proses pengadilan atau apa pun, UGM siap. Misalnya, sebagai saksi, kami siap. Kami dasarnya adalah dokumen yang ada,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.