Dark/Light Mode

Disampaikan Basuki Hadimuljono

Pembangunan IKN Tahap II Mulai Jalan

Kamis, 17 April 2025 07:25 WIB
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Terkait ASN, Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, usaha pemindakan akan dilakukan secara periodik. Namun, sebelum hal itu dilaksanakan, akan ada sejumlah hal yang perlu dicarikan jalan keluarnya.

Menurutnya, mengenai pemindahan ASN tentu sangat sosiologis untuk pembicaraan bagaimana hal-hal yang terkait dengan keikutsertaan keluarga dan anak-anak yang saat ini masih banyak yang belajar di Jakarta.

“Masih perlu tempat tinggal di Jakarta atau bapaknya yang di Jakarta atau ibunya yang pindah, sampai sedetail itu,” tuturnya.

Baca juga : BSI Optimistis Bisnis Emas Makin Berkilau

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan IKN menjadi ibu kota politik. Pembangunan infrastruktur ekosistem yudikatif dan legislatif baik untuk kantor dan huniannya ditarget tuntas pada 2028.

Selain alokasi Rp 48,8 triliun, OIKN juga memiliki program dengan anggaran dibiayai melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 60,93 triliun. Dana itu, antara lain akan digunakan untuk membangun 97 tower apartemen dan 129 rumah tapak lagi.

Pembincangan tentang IKN juga tak pernah sepi jadi bahasan netizen di media sosial X. Mereka bertanya-tanya kapan IKN rampung dan pemindahan ASN ke sana.

Baca juga : Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

“Dari dulu dibangun terus. Kapan kelarnya nih IKN? Kalau selesai, APBN bisa difokuskan kepos lain yang lebih penting,” cuit akun @michletomassoa.

“Kalau bisa, ASN yang masih jomblo saja yang dipindah ke IKN. ASN yang sudah menikah dan punya anak sebaiknya tetap di Jakarta,” usul akun @papahrafa20060903.

“Kalau tahun 2028 gedung DPR sudah rampung, anggota Dewan jangan ada yang nolak pindah ya,” cetus akun @kitilophamer_.

Baca juga : Penataan Kabel Utilitas Berantakan Di DKI Lelet

“Setidaknya ada dua pos anggaran yang saat ini menyedot biaya yang sangat besar, yakni IKN dan MBG. Pada konteks IKN sebaiknya ditarget harus selesai kapan. Soalnya gizi masyarakat lebih punya investasi jangka panjang dibandingkan kebendaan,” tulis akun @ndndlumuthijau8w8. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.