Dark/Light Mode

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 Diwarnai Kecurangan

Modusnya Bawa Ponsel Hingga Penggunaan Joki

Rabu, 28 Mei 2025 07:25 WIB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok. (Foto: Instagram/eduartwolok)
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok. (Foto: Instagram/eduartwolok)

 Sebelumnya 
Pengamat pendidikan Dony Kusuma menilai, fenomena kecurangan dalam UTBK merupakan persoalan serius. Ke depan, dia meminta sistem dan pelaksanaan UTBK diperketat, termasuk memastikan yang mengerjakan ujian adalah siswa, bukan joki.

Selain itu, lanjut Dony, analisis sistem jawaban soal berdasarkan anomali juga harus dibuat dan sanksi pidana harus diberikan pada pelaku kecurangan.

“Tindakan preventifnya, sosialisasi dan edukasi persoalan UTBK, bagaimana mempersiapkan diri dan apa strateginya. Termasuk adanya try out model soal,” terang Dony.

Baca juga : Musda Beringin Sumut Hampir Pasti Aklamasi

Diketahui, UTBK SNBT 2025 berlangsung mulai 23 April hingga 3 Mei 2025. Sebanyak 860.976 peserta UTBK SNBT bersaing memperebutkan 259.564 kursi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Temuan kecurangan dalam UTBK-SNBT juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka meminta Kemendiktisaintek mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan kegiatan tersebut, serta menindak tegas pelanggaran yang terjadi.

“Gue sih nggak heran kalau ada yang curang di UTBK. Kalau mau kecurangan hilang, pengawasnnya harus lebih ketat,” saran akun @marugaeemimie.

Baca juga : KPK Sita Lagi 4 Bidang Tanah, Nilainya Rp 10 M

“Pelaku Kecurangan UTBK HARUS mendapat hukuman yang seberat-beratnya,” pinta akun @verrianto_m.

“Sedih banget di lingkungan kita banyak yang mengedepankan kecurangan daripada berusaha dengan belajar secara tekun. Ironisnya, itu sampai ke tingkatan UTBK, ke lingkungan kampus. Di tengah derasnya kecurangan, kita harus tatap jadi orang baik dan jujur, semua kerja keras pasti ada karma baiknya,” tulis akun @karipiw.

“Sampai ada usaha untuk retas atau doxing soal UTBK? Gila? That’s too far. Ini jatuh bukan kecurangan lagi, tapi tindak kriminal,” tegas akun @nyawraara.

Baca juga : Disdik DKI Didorong Cegah Praktik Culas

“Honestly, gue sangat mengapresiasi panitia SNPMB terbuka dan transparan terkait kecurangan-kecurangan yang terjadi pada UTBK 2025. Ini langkah yang sangat baik dari panitia SNPMB,” ujar akun @Luvuwithoutwax.

“Kalau mau kecurangan hilang, ujian masuk PTN harus dikembalikan ke versi tahun 90’an atau 2000’an. Peserta harus ujian offline, antar peserta dikasih jeda meja kosong dan setiap lembar soal yang diterima peserta, dibuat berbeda satu sama lain,” usul akun @iniyita. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.