Dark/Light Mode

Survei Terbaru IPO: Presiden dan TNI, Lembaga Paling Dipercaya Publik

Minggu, 1 Juni 2025 15:23 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Instagram)
Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden dan TNI menduduki peringkat teratas lembaga negara/sipil yang paling dipercaya publik, dalam survei yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO) pada Sabtu (31/5/2025). Angkanya di atas 90 persen.

Berikut daftar 15 lembaga/negara sipil yang paling dipercaya publik, menurut hasil survei IPO:

  1. Presiden Republik Indonesia (97,5 persen)
  2. Tentara Nasional Indonesia/TNI (92,8 persen). 
  3. Badan SAR Nasional/Basarnas (86,3 persen)
  4. Kejaksaan Agung/Kejagung (76 persen)
  5. Mahkamah Konstitusi/MK (74,3 persen)
  6. Badan Pengelola Investasi/BPI Danantara (70,5 persen)
  7. Badan Pengawas Pemilu (65 persen)
  8. Mahkamah Agung/MA (89,5 persen)
  9. Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK (55,9 persen)
  10. Dewan Perwakilan Daerah/DPD (50,2 persen)
  11. Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR (48,1 persen)
  12. Kepolisian Republik Indonesia (46,6 persen)
  13. Dewan Perwakilan Rakyat/DPR (45,8 persen)
  14. Komisi Pemilihan Umum/KPU (43,5 persen)
  15. Partai Politik (43 persen)

Metode Survei IPO

Baca juga : Survei IPO: 15 Menteri Dengan Persepsi Kerja Paling Baik, Erick Thohir Teratas

Dalam survei yang dijalankan pada 22-28 Mei 2025, IPO terlebih dahulu menentukan Primary Sampling Unit (PSU) pada sejumlah kelurahan/desa untuk menjadi sampel. Pada setiap kelurahan/desa akan dipilih secara acak -menggunakan random kish grid poper- sejumlah 5 rukun tetangga (RT), pada setiap RT dipilih 2 keluarga, dan setiap keluarga akan dipilih 1 responden yang memenuhi syarat, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Pemilihan dilakukan secara acak dengan pembagian responden laki-laki dan perempuan 50:50.

Baca juga : Ini 8 Pemain Persib Yang Paling Dipercaya Bojan Hodak

Pada tiap-tiap proses pemilihan, selalu menggunakan alat bantu berupa lembar acak, sehingga surveyor tidak dapat memilih responden secara subyektif/purposif.

Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sampel menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS) atau pengambilan sampel bertingkat.

Baca juga : Hasil Survei Terbaru, Presiden Makin Dipercaya Rakyat

Representasi sample berjumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional. Teknik ini memungkinkan setiap anggota populasi (responden) mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.