Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wujud Kepedulian Dan Keteladanan Di Hari Raya Idul Adha
Kemendikdasmen Tebar 108 Ekor Kurban Untuk Negeri
Minggu, 8 Juni 2025 13:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitut Thalibin (MBT), tahun ini melaksanakan ibadah kurban dengan tema "Kemendikdasmen Menebar Kurban untuk Negeri.”
Pelaksanaan kurban ini sebagai bagian arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, untuk menjadikan momen Idul Adha sebagai ajang memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan keteladanan dari institusi pemerintah terhadap masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen mendistribusikan total hewan kurban sebanyak 108 ekor, terdiri dari 82 ekor sapi dengan total bobot lebih dari 53,2 ton dan kambing sebanyak 26 Ekor dengan bobot 780 kg.
Potensi daging segar yang dihasilkan sebanyak 15,7 ton, yang akan dibagikan kepada 25.000 mustahik, melalui DKM MBT dan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Kerja (satker) di seluruh indonesia.
Proses distribusi mencakup 35 provinsi, dari Aceh hingga Papua, dengan sasaran utama para mustahiq di sekitar lingkungan pendidikan dan masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga : Jamin Kelancaran Tunjangan Guru, Kemendikdasmen Gencarkan Validasi Data Rekening
"Program ini merupakan bagian tanggung jawab sosial Kemendikdasmen terhadap masyarakat, sekaligus bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional," tutur Ketua DKM MBT sekaligus Staf Ahli Mendikdasmen, Mariman Darto, di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (6/6).
Dia menambahkan, melalui pola distribusi yang merata ke seluruh Indonesia, program ini melibatkan 21 satuan kerja unit pusat dan 51 satuan kerja Unit Pelaksana Teknis di berbagai daerah.
"Ini adalah bentuk nyata, bagaimana kurban bisa menjadi instrumen pemerataan manfaat dan penguatan solidaritas antar sesama," jelas Mariman.
Selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, kegiatan kurban tahun ini juga mencerminkan semangat keteladanan di tengah tantangan dan krisis yang dihadapi.
Sebagai kementerian yang mengusung visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua", Kemendikdasmen berkomitmen tidak hanya memberikan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong.
Baca juga : Kemenangan KIM Plus Untungkan Pemerintah
Melalui momentum Idul Adha ini, Kemendikdasmen berharap, program kurban menjadi penguat nilai kebersamaan dan semangat berbagi, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam menghadirkan keberkahan dan kebaikan yang merata di seluruh pelosok negeri.
Di saat yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, juga memimpin shalat Idul Adha 1446 H di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Di hadapan para pegawai, mitra, dan masyarakat sekitar, Atip menyampaikan khutbah dengan makna terdalam dari berkurban adalah bentuk ketaatan tertinggi kepada Allah SWT dan keberanian untuk menyerahkan yang terbaik, demi kebaikan bersama.
Atip membuka khutbah dengan kisah dua putra Nabi Adam —Habil dan Qabil— yang menjadi pelajaran abadi tentang keikhlasan dan ketakwaan.
Dalam khutbahnya, ia juga menggarisbawahi keteladanan keluarga Nabi Ibrahim —sebuah narasi spiritual yang merekam puncak ketaatan, keikhlasan, dan visi kemanusiaan.
Baca juga : Dukung Keselamatan dan Keamanan Masyarakat dari Kebakaran, Tonata Perkuat SNI
"Kurban sejati bukan tentang menyembelih hewan semata. Ini tentang keberanian memberi apa yang paling kita cintai, karena Allah memerintahkannya, dan karena orang lain lebih membutuhkan,”jelas Atip dalam khutbahnya, Jumat (6/6).
"Ibrahim tidak meminta sesuatu untuk dirinya. Ia berdoa untuk generasi, untuk umat. Kurban adalah pengingat bahwa hidup kita bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan yang kita siapkan untuk orang lain,” pungkasnya.
Menutup khutbahnya, Atip mengingatkan, hidup adalah rangkaian pengorbanan. Kurban sejati adalah memberikan yang terbaik yang dimiliki, bukan yang tersisa. Karena orang lain mungkin jauh lebih membutuhkan.
"Setiap kita, sesungguhnya telah dikaruniai kelebihan oleh Allah untuk berbagi," dia mengingatkan.
Melalui momen Idul Adha, masih menurut Aril, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan mencakup lebih dari sekadar transfer ilmu, tapi juga merupakan proses transformasi nilai, seperti pengorbanan dan kepedulian yang menjadi dasar pembentukan karakter dalam membentuk generasi bermutu. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya