Dark/Light Mode

Iran Tidak Ciut Lawan Israel

Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal

Selasa, 24 Juni 2025 08:00 WIB
Iran Tidak Ciut Lawan Israel Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal

 Sebelumnya 
China menyebut campur tangan Amerika telah membahayakan stabilitas global. “Pihak-pihak terkait harus menahan diri dan tidak memperkeruh situasi,” tegas Dubes China untuk PBB, Fu Cong.

Arab Saudi yang baru saja memperbaiki hubungan dengan Iran tahun lalu, turut menyatakan keprihatinan besar. Saudi mendesak semua pihak menahan diri. Lebanon juga memperingatkan potensi eskalasi regional.

Dari Eropa, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris sama-sama menyerukan diplomasi, meski PM Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa Amerika terpaksa ikut campur untuk meredam ancaman nuklir Iran.

Sementara Swiss, Jepang, dan Korea Selatan memilih menyoroti pentingnya stabilitas dan penghormatan hukum internasional. Di Amerika Latin, Venezuela dan Kuba mengecam keras serangan AS, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Baca juga : Menko Polkam: Presiden Komitmen Perangi Narkoba

Paus Leo XIV bahkan angkat suara. Menurutnya, tak ada kemenangan bersenjata yang bisa menggantikan tangis anak-anak dan rasa sakit para ibu. “Diplomasi harus menggantikan konflik,” ujarnya dalam doa mingguan.

Dari dalam negeri, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana menilai konflik di Timur Tengah membutuhkan pencermatan mendalam terhadap tiga aspek utama. Kenapa? Karena perang Iran vs Israel yang dibantu AS berpotensi menyeret dunia ke ambang perang global.

Analisa pertama, amelihat kemungkinan serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel. Dia menilai bahwa serangan rudal langsung ke Amerika Serikat sangat tidak mungkin karena jarak yang terlalu jauh. Namun, Iran telah menjanjikan serangan balasan yang lebih besar dan lebih masif terhadap Israel. “Mungkin bagi Iran, representasi dari Amerika Serikat adalah Israel,” sebutnya, saat dikontak Rakyat Merdeka, semalam.

Poin kedua yang perlu dicermati adalah reaksi negara-negara di dunia. Prof. Hikmahanto mengamati adanya kecaman terhadap tindakan Amerika Serikat yang dinilai bertentangan dengan Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB. Di sisi lain, beberapa negara seperti Inggris mendukung tindakan AS.

Baca juga : Maulana Yusran: Agen Perjalanan Asing Harus Urus Perizinan

“Tapi, mereka semua yang mendukung atau tidak mendukung dan mengutuk itu masih dalam pernyataan,” ungkapnya.

Dia juga mencatat adanya negara yang cenderung netral, seperti Jepang, yang menunggu perkembangan situasi dan berharap tidak ada eskalasi perang. Hikmahanto menekenkan bahwa reaksi dunia saat ini menjadi sangat krusial karena dapat memicu pengelompokan negara-negara, yang berpotensi mendekatkan dunia pada Perang Dunia Ketiga.

Dalam konteks ini, Prof Hikmahanto menyinggung perjalanan Menteri Luar Negeri Iran ke Rusia. Menurutnya, kedatangan Menlu Iran itu sebagai upaya konsultasi terkait kemungkinan Rusia menjadi pendukung Iran.

Prof. Hikmahanto mengungkapkan kekhawatirannya jika benar ada perjanjian keamanan antara Rusia, Iran, dan Korea Utara. “Yang intinya serangan terhadap satu negara seperti Iran berarti serangan juga kepada Rusia dan dan Korea Utara,” jelasnya.

Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Pengusaha Lokal Wajib Tingkatkan Kualitas

Jika hal ini terbukti, Rusia akan ikut terlibat dalam konflik. Pengelompokan serta penggunaan kekerasan ini akan semakin mendekatkan dunia pada Perang Dunia III.

Aspek ketiga yang digarisbawahi Prof. Hikmahanto adalah upaya sejumlah negara yang pro-perdamaian. Mereka mulai berkelompok dan mencari langkah-langkah konkret untuk mencegah eskalasi perang.

Sayangnya, Prof. Hikmahanto pesimis terhadap peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam meredam konflik ini. “Sebab, di Dewan Keamanan PBB ada hak veto Amerika Serikat yang sewaktu-waktu bisa digunakan oleh Amerika Serikat apabila resolusi itu tidak berpihak pada Amerika,” pungkasnya. BYU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 24 Juni 2025 dengan judul "Iran Tidak Ciut Lawan Israel Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.