Dark/Light Mode

Asosiasi Pangan Kirim Surat Ke Bapanas

Demo Penolakan Zero ODOL Ganggu Distribusi Pangan

Selasa, 24 Juni 2025 07:25 WIB
Spanduk penolakan kebijakan ODOL.Foto: Humas Polrestabes Semarang.
Spanduk penolakan kebijakan ODOL.Foto: Humas Polrestabes Semarang.

 Sebelumnya 
Pemerintah menargetkan penerapan Zero ODOL di ta­hun 2026. Menteri Koordina­tor Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPW)nAgus Harimurti Yud­hoyono (AHY) menegaskan, pelanggaran ODOL tidak hanya menyebabkan kecelakaan lalu lintas, tapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan yang berdampak pada anggaran perbaikan setiap tahunnya.

Maraknya aksi demonstrasi menolak kebijakan Zero ODOL juga ramai diperbincangkan warganet di media sosial X. Meski prihatin dengan aksi tersebut, mereka tetap mendu­kung penghapusan kendaraan ODOL di seluruh ruas jalan.

Baca juga : Rieke: Cepat Atasi Krisis Transportasi Pulau Enggano!

“Kebijakan Zero ODOL ini juga demi keselamatan sopir. Jangan egois dong,” cuit akun @sunkixedxx.

“Ini gara-gara pembiaran ODOL terjadi sejak lama. Jadi, para pemilik truk merasa ada di zona nyaman. Karena pembiaran ini, semisal besok nggak boleh ada ODOL, saya juga khawatir harga pangan bisa ikut naik,” tulis akun @slmnfhm.

Baca juga : Kredit Diramal Tetap Tumbuh Double Digit

“Saat warga luar negeri su­dah bicara Perang Dunia III, ekonomi global hingga pangan, kita urus ODOL saja nggak rampung-rampung. Makanya, kalau mau tegas, ya tegas seka­lian. Jangan dikasih ruang,” cetus akun @Agusta_AP.

“Sesuai prediksi. Sopir-sopir pengangkut komoditas besar sudah mulai mogok. Segala pendistribusian macet, termasuk pangan. Pasar tidak mempunyai barang, demand melambung tinggi, harga meledak. Niat penghapusan ODOL memang bagus, sekarang bagaimana solusinya. Ditunggu ya,” tutur akun spitfirepepjiz. SSL

Baca juga : Penyaluran Beras Murah Mandek Nih

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 24 Juni 2025 dengan judul "Asosiasi Pangan Kirim Surat Ke Bapanas Demo Penolakan Zero ODOL Ganggu Distribusi Pangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.