Dark/Light Mode

Gubernur Malut Sherly Sebut Hilirisasi Antam Kerek Ekonomi Daerah

Senin, 30 Juni 2025 10:24 WIB
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos memastikan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah untuk kelancaran agenda hilirisasi mineral yang diusung Presiden, Prabowo Subianto.

Dalam acara Groundbreaking Pabrik Baterai Terintegrasi di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Sherly menegaskan, pemanfaatan sumber daya alam melalui hilirisasi memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi niat besar pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku Utara.” ujar Sherly, Minggu (29/6/2025).

Baca juga : Getah Perang Mulai Terasa ke Ekonomi

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara ini juga menegaskan, bahwa masyarakat adat yang ada di Maluku Utara, mendukung penuh agenda pemerintah. 

Dia merinci ada setidaknya 11 suku yang siap mendukung kemajuan Maluku Utara.

"Karena masa depan bukan semata-mata soal teknologi yang canggih, tapi juga tentang hati yang peduli, tangan yang bekerja, dan komitmen kita untuk memastikan bahwa semua daerah dan semua masyarakat ikut maju bersama," tegasnya.

Baca juga : Harita Nickel Komitmen Jalankan Hilirisasi dan Dorong Ekonomi Daerah

Gubernur Malut ini menambahkan, kehadiran Antam bersama mitra strategis menunjukkan peran negara yang nyata dalam menghadirkan pembangunan berkeadilan. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, daerah, dan DPR RI, proyek ini diyakini akan memperkuat kualitas hidup masyarakat serta membuka akses ekonomi baru di kawasan timur.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam ) Achmad Ardianto menjelaskan, Antam sebagai BUMN akan selalu hadir dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Antam berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan proyek berjalan inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Di Halmahera Timur, proyek ini mencakup pertambangan,  pembangunan kawasan industri yang di dalamnya terdapat pabrik bahan baku baterai berkapasitas 30.000 ton katoda per tahun, fasilitas pirometalurgi untuk memproduksi 88.000 ton refined nickel alloy, serta pabrik daur ulang baterai dengan teknologi sirkular berkapasitas 20.000 ton logam per tahun.

Baca juga : Bertemu Menteri PU, Ketum Perpamsi Arief Keluhkan Soal Layanan Perpipaan

Kehadiran proyek strategis ini bukan hanya soal industrialisasi logam baterai, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi Indonesia Timur. Serapan tenaga kerja langsung diproyeksikan mencapai 8.000 orang, dengan berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM lokal secara bertahap.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara sangat bergantung pada dukungan infrastruktur yang memadai. Antam berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan proyek berjalan inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Pembangunan ekosistem baterai ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga momentum transformasi kawasan timur Indonesia.” tegas Ardianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.