Dark/Light Mode

Catatan Prof Hamdani, Guru Besar Universitas Mulawarman

Digitalisasi Pancasila, Menjaga Anak Bangsa

Rabu, 3 September 2025 07:37 WIB
Guru Besar Universitas Mulawarman Prof. Hamdani (jas biru) lagi curhat bareng Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi (jas hitam). (Foto: Ist)
Guru Besar Universitas Mulawarman Prof. Hamdani (jas biru) lagi curhat bareng Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi (jas hitam). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Visi Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan mulia yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. Salah satu stimulus utama ke arah sana adalah menegakkan penerapan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Persisnya pada anak usia lima tahun, dan kelompok pendidikan Sekolah Dasar. Periode ini sangat krusial bagi proses internalisasi ideologi Pancasila. 

Namun, tengoklah situasi saat ini. Sungguh miris. Anak-anak zaman sekarang, mungkin tidak hafal Garuda Pancasila. Padahal, itu lagu nasional yang dulu hukumnya wajib dihafalkan. Perhatian anak-anak kita sekarang teralihkan oleh game online, dan seabreg aktivitas di dunia digital. 

Jelas, zaman sudah berubah. Pembinaan Pancasila pun harus ikut adaptif. Tanpa mengurangi semangat dan nilai-nilai lima sila, metode pendekatannya bisa menggunakan cara-cara digital. Anak zaman dahulu, berbeda dengan sekarang. Saat ini, banyak yang sudah punya gadget.

Baca juga : 9 Poin Pernyataan MUI dan Tokoh Lintas Agama Untuk Jaga Situasi Kondusif Bangsa

Nah, di sinilah butuh kehadiran Pemerintah. Dalam hal ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Cara hadirnya bagaimana? Dengan project digitalisasi Pancasila. Teknisnya, bisa membuat video-video edukasi, e-book, hingga media sosial yang edukatif dan sarat nilai-nilai Pancasila. 

Bahkan, masuk ke dalam dunia anak-anak melalui game pengenalan Pancasila, perlu dipertimbangkan. Di dalam permainan, nantinya diberikan masalah-masalah intoleransi, gotong-royong, hingga keadilan. Para pemain game diminta untuk menyelesaikannya dengan baik.

Jadi, sekalipun teknologi itu buatan Barat, ideologi Pancasila harus tetap terjaga. Saya khawatir, ideologi Pancasila ini bisa tergerus di ruang-ruang digital. Demi menjaga marwah ideologi bangsa, tentu Pancasila harus hadir di dunia digital tersebut.

Baca juga : Ini 8 Ruas Jalan Yang Terapkan Digitalisasi Parkir Lewat Aplikasi JakParkir

Jika semua pendekatan mendongkrak nilai Pancasila dilakukan, niscaya persoalan bangsa seperti hoaks, hingga ujaran kebencian bisa terfilter di dunia digital. Kuncinya, dengan memberikan literasi digital melalui smartphone atau media sosial.

Di ruang digital ini, perlu dijelaskan secara sederhana nilai-nilai Pancasila. Mulai dari Sila Pertama sampai Kelima. Misalnya, bagaimana berempati dan sopan santun itu merupakan bagian dari sila tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Termasuk nilai Persatuan Indonesia. Jangan sampai kita terpecah gara-gara multibudaya dan multietnis. Makanya, aktivitas di dunia digital itu penting. Zaman sekarang, proses belajar itu lebih cepat jika menggunakan metode visual.

Baca juga : BPD Didorong Jadi Motor Digitalisasi Tata Kelola Keuangan Desa

Nah, ketika nilai-nilai Pancasila itu sudah tertanam di anak-anak melalui ruang digital, maka Indonesia bisa meraih Indonesia Emas dengan baik. Intinya, Pemerintah jangan kaku, dalam membuat kebijakan terkait menjaga marwah Pancasila.

Jadi, kiranya sudah tepat jika BPIP ini diperkuat kewenangannya melalui Undang-Undang. Dimana saat ini, RUU BPIP sedang dibahas Badan Legislasi DPR (Baleg) sebagai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025. Agenda penting itu dimaksud agar BPIP makin tangguh dalam berkolaborasi dengan lintas Kementerian/Lembaga, swasta dan media massa untuk membumikan Pancasila. Sesuai gaya pertemanan anak zaman sekarang yang sangat luas nan global. Bagus berteman secara global. Tapi, nilai Pancasilanya harus kokoh di dalam benak sanubari dan perilaku sehari-hari. 

*Hasil wawancara dengan Prof. Dr. Ir. Hamdani, S.T., M.Cs., IPM, Guru Besar Sistem Cerdas Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.