Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menlu Kamboja Temui Perwakilan Negara Sahabat, Bahas Konflik Dan Upaya Damai
Jumat, 25 Juli 2025 20:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kamboja menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan konflik perbatasan dengan Thailand melalui jalur damai dan diplomatik. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja Prak Sokhonn, dalam pertemuan dengan perwakilan negara sahabat di Phnom Penh, Jumat (25/7/2025) pagi.
Dalam pertemuan tersebut, yang turut dihadiri Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Kamboja Santo Darmosumarto dan Atase Pertahanan KBRI Phnom Penh Kolonel Agung Budi Asmara, Sokhonn menjabarkan kronologi eskalasi konflik sejak insiden bentrokan bersenjata yang menewaskan satu prajurit Kamboja pada 28 Mei 2025.
Baca juga : Gubernur Pramono Teruskan Program Satu RT Satu APAR Di Jakarta
Kamboja telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Dewan Keamanan PBB dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebagai Ketua ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) untuk mendorong pembahasan gencatan senjata. Sokhonn mengapresiasi langkah PM Malaysia yang disebut aktif menjalin komunikasi dengan pimpinan dua negara bertikai.
Menanggapi pertanyaan dari perwakilan RI, Sokhonn menyampaikan bahwa terdapat korban di wilayah Kamboja, namun belum tersedia data pasti terkait jumlah korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan bangunan. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada warga negara asing yang menjadi korban dalam konflik tersebut.
Baca juga : Bahas Masa Depan Media Di ASEAN-Japan Center
Sebagai bentuk mitigasi, Kementerian Luar Negeri Kamboja mengimbau masyarakat—termasuk warga asing—untuk menghindari perjalanan ke wilayah terdampak konflik, khususnya di Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear.
Sementara itu, KBRI Phnom Penh mencatat adanya WNI yang tinggal dan bekerja di O’Smach, ibu kota Provinsi Oddar Meanchey, berdasarkan aduan yang masuk melalui hotline KBRI. Namun, belum diketahui jumlah pasti WNI di wilayah tersebut, sementara tidak ada data keberadaan WNI di Preah Vihear.
Baca juga : Hoegeng Awards 2025, Kapolri Serukan Reformasi Dan Layanan Prima
Sebagai respons, KBRI mengeluarkan imbauan kepada WNI agar:
- Tetap tenang dan waspada terhadap situasi;
- Membatasi perjalanan ke zona konflik;
- Mengakses informasi hanya dari sumber resmi;
- Melakukan lapor diri melalui situs Peduli WNI.
KBRI Phnom Penh memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan meningkatkan komunikasi dengan komunitas WNI di seluruh Kamboja. Layanan pelindungan WNI tersedia melalui nomor WA +855 12 813 282 dan WA konsuler +855 61 844 661.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya