Dark/Light Mode

Naikkan Pajak 250 Persen

Bupati Pati Didemo, “Dijewer” Gubernur, Lalu Meminta Maaf

Jumat, 8 Agustus 2025 08:00 WIB
Bupati Pati, Sudewo didampingi istri melambaikan tangan kepada warga saat acara kirab boyongan peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Kamis (7/8/2025). (Foto: Instagram/pemkabpati_) 
Bupati Pati, Sudewo didampingi istri melambaikan tangan kepada warga saat acara kirab boyongan peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Kamis (7/8/2025). (Foto: Instagram/pemkabpati_) 

 Sebelumnya 
Setelah bikin heboh dan meresahkan warga, Bupati Sudewo akhirnya minta maaf. Politisi Partai Gerindra itu berjanji akan meninjau ulang kebijakan tersebut.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Kami tidak bermaksud melakukan perampasan. Kami hanya ingin memindahkan supaya tidak mengganggu acara pemerintah. Kami tidak melarang penggalangan dana,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Baca juga : Politisi Banteng Usul Sistem Model Jerman

Dalam kesempatan itu, Sudewo juga menanggapi viralnya video dirinya yang dianggap menantang rakyat. “Saya tidak menantang rakyat. Masak rakyatku kutantang? Saya hanya ingin menyampaikan supaya demo itu murni aspirasi dan tidak ditunggangi pihak tertentu,” kata Sudewo.

Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan PBB hingga 250 persen adalah kenaikan maksimal, dan tidak berlaku untuk semua tanah atau bangunan. Sebagian besar warga mengalami kenaikan di bawah 100 persen, bahkan ada yang kurang dari 50 persen.

Baca juga : Sambangi Pramono Anung, Gubernur Sulteng: Kami Mau Belajar

“Ini akibat dari 14 tahun tanpa kenaikan pajak. Padahal undang-undang mengamanatkan kenaikan bisa dilakukan tiap tiga tahun,” ungkapnya.

Penyesuaian ini, lanjut Sudewo, penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Saat ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pati hanya berkontribusi 14 persen terhadap APBD, sementara belanja pegawai menembus 47 persen. Hal ini menyisakan ruang yang sangat terbatas untuk pembangunan.

Baca juga : Dirut Sakit, KPK Bidik Tersangka Korporasi

“Untuk itu, kami perlu meningkatkan PAD agar pembangunan tetap berjalan. Namun jika ada masyarakat yang merasa keberatan, khususnya yang kenaikannya signifikan, kami terbuka untuk meninjau ulang. Saya tidak keras kepala,” pungkas Sudewo. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.