Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tak Terima Moeldoko Diserang, Seknas Dakwah Jokowi Minta Aznil Tan Berhenti Berkicau
Jumat, 7 Februari 2020 16:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tuduhan relawan poros Benhil, Aznil Tan, ke Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengenai kasus Jiwasraya menjadi polemik di kalangan sesama relawan. Ketua Seknas Dakwah Jokowi DKI Jakarta, Rizal Maulana, menyayangkan tuduhan yang dilayangkan Aznil Tan ke Moeldoko lewat media sosial yang kemudian ramai dibicarakan. Dia meminta Aznil Tan untuk tabayyun alias konfirmasi lebih dulu.
"Kami sebagai salah satu bagian dari keluarga besar relawan pendukung Kak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, khususnya sebagai ketua relawan Seknas Dakwah Jokowi DKI Jakarta, sangat menyayangkan pernyataan dari rekan sesama relawan yaitu Bung Aznil Tan. Sebaiknya setiap tulisan yang disampaikan dan ditujukan kepada Bapak Muldoko bisa tabayyun dahulu dengan beliau," katanya, Jakarta, Jumat (7/2).
Baca juga : Jokowi Minta Tumpang Tindih Lahan Dibereskan
Rizal meminta agar Aznil Tan tidak sesumbar menyampaikan sesuatu terkait para pejabat yang telah diteliti dan dipilih sebagai pembantu Presiden. Sebab, kalau salah berkata atau hoaks, akibatnya akan fatal.
"Kami mohon agar Bung Aznil Tan bisa berlaku bijak. Hati-hatilah Saudaraku, fitnah itu lebih dahsyat daripada Pembunuhan," terangnya.
Baca juga : Moeldoko Diserang, Relawan: Aznil Tan Sakit Hati Gagal Jadi Tenaga Ahli KSP
Rizal pun mengimbau Aznil Tan menghentikan segala kicauan tentang Moeldoko. Dia menegaskan, Moeldoko beliau sangat dicintai relawan dan juga merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf.
Sebelumnya, Aznil Tan mencerca Moeldoko sebagai pejabat yang tidak mampu bekerja dan terindikasi terlibat dalam kasus Jiwasraya. Pernyataan ini timbul setelah yang bersangkutan tidak lolos verifikasi menjadi tenaga ahli di KSP. Hal ini kemudian menimbulkan polemik dikalangan relawan. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya