Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng Pemprov NTB
PLTU Jeranjang Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Selasa, 11 Februari 2020 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PLN secara agresif terus mengembangkan penggunaan pelet sampah untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.
Aksi koorporasi ini ditempuh setelah PLN bersama anak usahanya PT Indonesia Power, sukses mengolah sampah menjadi bahan bakar energi di Tempat Pengolahan Sampah (TOSS) Werdhi Guna di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung Bali.
PLH Manager PLTU Jeranjang, Nandang Safrudin, menjelaskan olahan sampah dalam bentuk pelet setara dengan batubara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit.
"Kami sudah lakukan riset dan ujicoba, khususnya untuk mengukur optimasi substitusi peletnya. Hasilnya antara 3 - 5 persen, namun memang paling optimal ada di 3 persen," ucap Nandang.
Dijelaskan, jika menggunaan batubara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batubara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3 persen, maka dibutuhkan 600 kilogram pelet setiap jam sebagai pengganti batubara.
Baca juga : Kadin Dorong Penerapan Bahan Bakar Berbasis Karet Alam
Untuk mendorong ketersediaan pelet guna kebutuhan PLTU Jeranjang, PLN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pendampingan kepada pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok untuk mengubah sampah menjadi pelet.
"Tantangan kami memang menjaga ketersediaan pelet. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan. Karena pelet untuk PLTU ini punya spesifikasi khusus," imbuhnya.
Melalui JOSS (Jeranjang Olah Sampah Setempat), sampah yang berasal dari TPA Kebon Kongok dikumpulkan dalam bak, lalu dimasukkan cairan bio activator untuk dilakukan proses peuyeumisasi, kemudian sampah dijemur hingga kering.
Setelah itu, sampah dimasukkan ke mesin pencacah dan tahap akhir melalui proses peletisasi. Mesin-mesin yang digunakan merupakan bagian dari program CSR PLN.
Usai berbentuk pelet, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, pelet bisa digunakan untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik.
Baca juga : Pangandaran Gempa, Getaran Terasa Sampai Garut dan Tasikmalaya
Sasaran pemanfaatan olahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, tetapi juga sebagai alternatif solusi penanganan sampah daerah dan upaya memberdayakan masyarakat.
"Dengan olahan ini sampah bisa bernilai, masyarakat juga bisa punya penghasilan tambahan. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat," tambah Nandang.
Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah, menambahkan program pengolahan sampah ini juga bagian dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). Pemanfaatan sampah menjadi energi menjadi alternatif solusi penanganan sampah di daerah.
Dikatakan, mesin yang digunakan untuk mengolah sampah menjadi pelet merupakan inovasi dari PT Indonesia Power bersama STT (Sekolah Tinggi Teknik) PLN.
"Uji coba co-firing RFD dengan batubara di PLTU Jeranjang sudah dilakukan pada Februari 2019, bersinergi dengan pemerintah daerah," katanya.
Baca juga : Anies Izinkan Bekasi Buang Sampah Banjir ke Bantar Gebang, Administrasinya Wajib Nyusul
Pengelola TPA Kebon Kongok Dody mengakui, kehadiran pengolahan sampah sementara membantu mengurangi permasalahan sampah yang ada di Lombok.
"Sampah masih jadi salah satu masalah untuk Lombok, padahal tempat kami ini menjadi destinasi wisata. Dengan program dari PLN ini tentunya dapat menjadi solusi dan mewujudkan Program Zero Waste yang diusung pemerintah Provinsi NTB," pungkas Dody. [FAZ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya