Dark/Light Mode

Kepemimpinan Danantara dan Tantangan Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 7 September 2025 17:53 WIB
Foto: Presiden Prabowo , Sumber: IG Danantara
Foto: Presiden Prabowo , Sumber: IG Danantara

Sebagai holding strategis yang mengelola aset BUMN bernilai ribuan triliun rupiah, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara wajar jika berada dalam sorotan publik. Kehadiran lembaga ini memang bukan sekadar entitas korporasi, melainkan instrumen penting dalam menata arah pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.

Kritik yang muncul terhadap kepemimpinannya adalah bagian dari iklim demokrasi yang sehat. Ruang kritik memberi pengingat bahwa pengelolaan aset negara harus senantiasa dijalankan dengan integritas dan akuntabilitas. Namun, kritik juga perlu ditempatkan secara proporsional. Menilai sebuah institusi sebesar Danantara harus dilihat dari kinerja, arah kebijakan, dan dampak nyata bagi bangsa.

A. Belajar dari Praktik Global

Pengelolaan aset negara melalui lembaga investasi bukanlah hal baru. Banyak negara menjadikannya sebagai lokomotif pembangunan jangka panjang. Government of Singapore Investment Corporation (GIC), misalnya, berhasil mengelola dana publik hingga mencapai aset lebih dari US$ 700 miliar. Keberhasilan GIC terletak pada konsistensi dalam prinsip kehati-hatian, diversifikasi portofolio, dan tata kelola yang transparan.

Begitu pula dengan Norwegian Sovereign Wealth Fund, yang kini tercatat mengelola lebih dari US$ 1,4 triliun. Norwegia memanfaatkan kelebihan pendapatan dari minyak dan gas untuk diinvestasikan secara global. Hasil pengelolaan tersebut tidak hanya memberi keuntungan finansial, tetapi juga menjamin kesejahteraan generasi mendatang melalui instrumen jaminan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Pelajaran dari kedua negara ini jelas: keberhasilan bukan hanya soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana institusi menegakkan tata kelola, membangun akuntabilitas, serta menjaga keberlanjutan investasi. Dengan kata lain, kepemimpinan memang penting, tetapi fondasi kelembagaan dan sistem pengawasanlah yang menentukan apakah sebuah sovereign wealth fund mampu bertahan dan memberi manfaat luas.

Baca juga : Peluang dan Tantangan Transformasi Perpustakaan Digital

B. Momentum Indonesia

Indonesia kini berada pada titik krusial. Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, kebutuhan akan transformasi struktural semakin mendesak. Danantara dituntut tidak hanya menjaga aset negara, melainkan juga mengoptimalkannya agar memberi nilai tambah yang nyata.

Publik tentu berhak menuntut indikator konkret. Seberapa jauh Danantara mampu menarik investasi strategis ke dalam negeri? Bagaimana kontribusinya dalam mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri? Apa langkah nyata yang ditempuh untuk memperkuat sektor prioritas, mulai dari transisi energi, ketahanan pangan, investasi pariwisata, hingga digitalisasi layanan publik?

Pertanyaan-pertanyaan ini jauh lebih relevan ketimbang terjebak pada narasi kecurigaan. Sebab, keberhasilan Danantara akan lebih terukur melalui kinerja, bukan asumsi.

C. Pentingnya Memberi Waktu

Dalam konteks kebijakan publik, penting bagi masyarakat untuk memberi ruang dan waktu kepada para pemimpin Danantara bekerja. Lembaga sebesar ini tidak mungkin menunjukkan hasil dalam hitungan bulan. Ia membutuhkan konsistensi strategi, penguatan kelembagaan, dan kerja sama lintas sektor untuk membuahkan capaian nyata.

Baca juga : Layanan MRT Jakarta dengan Pola Operasi Normal

Seperti halnya pohon yang baru ditanam, hasilnya tidak bisa dipetik seketika. Ia perlu dirawat, diberi pupuk, dan dilindungi dari hama agar kelak menghasilkan buah yang lebat. 

Begitu pula dengan Danantara: publik tentu boleh mengawasi, mengkritisi, bahkan mengingatkan, tetapi juga harus sabar memberi kesempatan agar strategi jangka panjang yang disusun bisa membuahkan hasil.

D. Menjawab Kritik dengan Kinerja

Tugas utama kepemimpinan Danantara hari ini bukanlah membantah kritik dengan retorika, melainkan menjawabnya dengan kerja nyata. Transparansi laporan kinerja, keterbukaan strategi investasi, serta keterlibatan publik dalam proses pengawasan akan menjadi cara terbaik untuk merawat kepercayaan.

Presiden telah berulang kali menegaskan komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Itu berarti ruang bagi praktik culas semakin sempit, dan ekspektasi publik terhadap integritas semakin tinggi. Dalam kerangka inilah kepemimpinan Danantara diuji, bukan oleh stigma masa lalu, melainkan oleh kapasitas dalam menghadirkan reformasi BUMN yang lebih efisien, berdaya saing global, dan bermanfaat bagi rakyat.

Apabila Danantara mampu menunjukkan kinerja positif secara konsisten, lembaga ini akan menjadi simbol bagaimana bangsa Indonesia belajar mengelola kekayaan kolektifnya dengan cerdas dan berkelanjutan. Kritik yang ada pada akhirnya akan bermetamorfosis menjadi apresiasi, karena yang berbicara bukan lagi prasangka, melainkan hasil nyata.

Baca juga : Pengesahan RUU Perampasan Aset Jadi Instrumen Pulihkan Kepercayaan Publik

Catatan Pamungkas

Mengelola aset negara dalam skala sebesar Danantara adalah amanah besar yang penuh risiko, tetapi juga membuka peluang luar biasa bagi masa depan. Alih-alih terjebak dalam polemik personal, publik sebaiknya mengawal melalui cara yang konstruktif: menuntut akuntabilitas, memantau kinerja, dan memberikan waktu bagi para pemimpin Danantara untuk membuktikan kapasitasnya.

Dengan cara demikian, Danantara tidak hanya akan dikenang sebagai pengelola aset negara, tetapi juga sebagai tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat di era Indonesia Emas 2045.




Taufan Rahmadi
Taufan Rahmadi
Analis Kebijakan BA Center

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.