Dark/Light Mode

Baru Sehari Dilantik Sudah Didemo, Beri Kesempatan Menkeu Bekerja

Rabu, 10 September 2025 07:30 WIB
Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Massa mahasiswa menuding Purbaya meremehkan jeritan rakyat kecil. “Baru sehari menjabat, sudah langsung menyampaikan pernyataan yang luar biasa mengecewakan. Dia mengecilkan penindasan yang dialami masyarakat. Kalau seperti ini, mending mundur saja,” ujar Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menyebut ucapan Purbaya tidak pantas diucapkan pejabat negara.

Sementara itu, sejumlah ekonom meminta publik jangan buru-buru menghakimi. Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menilai Purbaya butuh waktu belajar.

“Dia harus lebih peka pada keresahan rakyat, terutama kelompok menengah ke bawah. Kebijakan harus berempati, terutama soal pajak dan alokasi belanja,” ujarnya.

Baca juga : Prabowo Sepanggung Lagi Dengan Xi Jinping Dan Putin

Faisal juga wanti-wanti Purbaya soal komunikasi. “Jangan alergi kritik. Belajar dari pengalaman pendahulunya.”

Nada serupa datang dari Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira. Dia mengingatkan agar Purbaya tidak mengulangi blunder seperti Sri Mulyani yang kerap dikritik gara-gara pernyataan soal pajak dan pendidikan.

“Pak Purbaya harus humble. Fokus ke kebijakan nyata, misalnya keringanan pajak untuk pekerja dan kelas menengah bawah. Jangan lupa reformasi utang dan efisiensi anggaran,” sindir Bhima.

Baca juga : Dikumpulkan Di Kertanegara, Kader Gerindra Dilarang Flexing

Menurut Bhima, inilah momentum Purbaya membuktikan diri. “Kalau berhasil benahi rasio pajak yang rendah dan berani gebuk sektor ekstraktif, dia bisa tinggalkan jejak penting dalam sejarah fiskal,” pungkasnya.

Analis Macquarie, Ari Jahja menilai, pergantian Menkeu sebagai momen penting untuk menguji konsistensi pemerintah dalam menjalankan reformasi struktural dan disiplin fiskal. Menurutnya, pasar kini menaruh perhatian pada kesinambungan disiplin fiskal, sembari menantikan strategi baru dari Menkeu yang ditunjuk di tengah perlambatan ekonomi.

“Mobilitas masyarakat meningkat seiring meredanya gelombang demonstrasi, tetapi dalam jangka menengah masih ada pertanyaan terkait kecepatan eksekusi reformasi struktural,” jelas Ari.

Baca juga : Ucapkan Ultah, Gibran Hormat ke SBY

Sekedar informasi. Sebelum dilantik menjadi menteri, Purbaya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berdasarkan situs resmi LPS, Purbaya memperoleh gelar sarjana dari jurusan teknik elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian dia memperoleh gelar master of science (MSc) dan gelar doktor di bidang ilmu ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Sebelum menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020) era Luhut Binsar Pandjaitan.

Purbaya juga pernah menjabat Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016-Mei 2018), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (November 2015-Juli 2016). [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.