Dark/Light Mode

Presiden Risau Dengan Kasus Keracunan, Semua Dapur MBG Harus Ada Test Kit

Selasa, 30 September 2025 07:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/9/2025). (Foto: Dok. PKS)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/9/2025). (Foto: Dok. PKS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto risau dengan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden sudah memberikan arahan untuk evaluasi total tata kelola MBG. Salah satunya, memerintahkan seluruh dapur penyedia makanan dilengkapi alat uji (test kit) untuk memastikan makanan benar-benar aman sebelum dikonsumsi. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta, Senin (29/9/2025). Nada kecewa tak bisa ia sembunyikan. Prabowo menyebut insiden keracunan sebagai bentuk “penyimpangan” serius dari standar yang seharusnya. 

“Kita perintahkan semua dapur harus punya test kit. Sebelum distribusi, makanan diuji dulu. Semua alat juga wajib dicuci dengan teknologi modern untuk bunuh bakteri,” ujar Prabowo. 

Baca juga : Abu Bakar Ba’asyir Berharap Jokowi Jadi Pembela Islam

Diketahui, sejak diluncurkan awal tahun 2025, MBG sudah menjangkau 30 juta penerima manfaat. Terdiri dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. 

Meskipun capaian itu merupakan prestasi dari kerja keras Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait, Prabowo masih belum puas. Angka itu masih jauh dari target final MBG sebesar 82 juta. 

Apalagi, dalam perjalanannya, terjadi penyimpangan berupa pelanggaran SOP oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data Badan Gizi Nasional mencatat, sepanjang Januari–September 2025, ada 70 insiden keamanan pangan yang berdampak pada 5.914 penerima MBG. 

Baca juga : Pastikan Maju Sebagai Calon Ketua Golkar Malut, Alien Mus Bisa Tiga Periode?

“Bahwa ada kekurangan iya. Ada keracunan iya, tapi kalau dihitung, dari semua makanan yang keluar, tingkat kesalahan hanya 0,00017 persen,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu. 

Prabowo menegaskan, kasus itu tidak menutupi manfaat besar MBG. Selain memenuhi gizi anak bangsa, program ini juga menggerakkan ekonomi rakyat. Panen petani dan peternak terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG, dari beras, telur, sayur, hingga daging. 

“Dengan makan bergizi ini, awal tahun depan kita bisa ciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru,” ucapnya. 

Baca juga : Tutup Munas VI, PKS Dukung Pemerintah Berantas Serakahnomics

Menteri Pertahanan periode 20192024 ini, mengumumkan alokasi Rp 335 triliun pada 2026 untuk mendukung MBG. Anggaran itu, dipastikan mengalir ke desa-desa, bukan hanya ke kota besar. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.