Dark/Light Mode

Tragedi Ponpes Ambruk, Yang Meninggal Tembus 66 Orang

Selasa, 7 Oktober 2025 07:20 WIB
Basarnas mencatat sebanyak 66 orang meninggal dunia akibat ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. (Foto: Dok. BNPB)
Basarnas mencatat sebanyak 66 orang meninggal dunia akibat ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. (Foto: Dok. BNPB)

 Sebelumnya 
Menurut Atalia, salah satu hal yang penting diperhatikan saat ini adalah memastikan insiden serupa tidak terjadi di pesantren-pesantren lain. 

Pengawasan Pesantren 

Ketua DPD Sultan B. Najamudin menyampaikan, keprihatinannya sekaligus menegaskan komitmen lembaganya untuk meningkatkan pengawasan terhadap pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

“Ke depan kami akan melakukan fungsi pengawasan lebih ketat lagi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sultan di Jakarta, Senin (6/10/2025). 

Baca juga : Satu Ditahan KPK, Satu Diduga Narkoba

Ia menambahkan telah mengutus anggota DPD RI ke lokasi untuk memantau perkembangan terbaru proses evakuasi. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan di seluruh pesantren di Indonesia. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, perintah tersebut disampaikan Presiden kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam rapat terbatas di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/10/2025) malam. 

Baca juga : PAN: Bagus, Perlu Diperluas Ke Presiden Sebelumnya...

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, Presiden memantau langsung perkembangan penanganan di Sidoarjo dan meminta para menteri serta kepala daerah memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan bangunan pondok pesantren. 

“Evaluasi ke depan diharapkan seluruh pondok pesantren dapat didata dan dipastikan keamanan serta kelayakan infrastrukturnya,” ujar Prasetyo. 

Untuk diketahui, bangunan musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) sore saat salat asar berjamaah. Peristiwa tragis tersebut terjadi di tengah proses renovasi bangunan lantai tiga, menyebabkan ratusan santri terjebak di bawah puing-puing. Hingga kini, operasi pencarian dan pembersihan reruntuhan masih terus dilakukan. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.