Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Percepat Transformasi Organisasi, Polri Terbuka Terima Semua Kritik Masyarakat
Rabu, 8 Oktober 2025 13:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polri menegaskan sudah melakukan transformasi untuk mengikuti perkembangan yang terjadi. Transformasi ini bahkan kini dipercepat untuk merespon perubahan sosial.
"Kami terbuka dengan semua kritik dan saran dari masyarakat, termasuk tuntutan untuk melakukan perubahan," kata Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, dalam Dialog Publik di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (8/10/2025) siang.
Karopenmas menegaskan, Polri mengerahkan semua sumber daya untuk mensukseskan program-program pemerintah. Namun ia mengingatkan, komunikasi atas program-program pemerintah tidak bisa hanya dilakukan Polri, perlu kolaborasi dengan semua kementerian dan Lembaga (K/L).
"Ada gap dalam memahani persepsi reality, ini yang harus diisi oleh humas-humas K/L. Jangan sampai diisi oleh penyebar hoaks," tegas Brigjen Pol. Trunoyudo.
Baca juga : Kemenhaj Kolaborasi dengan KPK Perkuat Integritas Penyelenggaraan Haji
Diakui Karopenmas Divisi Humas Polri itu, dari ujung kaki sampai ujung kepala anggota Polri dibiayai oleh negara. Karena itu, ada unsur akuntabilitas dan transparansi di dalamnya.
Bukan Hanya Polri
Sebelumnya Direktur Great Institute Dr. Syahganda Nainggolan mengemukan, tantangan kepolisian sebagai tembok demokrasi tidak mudah.
Menunjuk gejolak yang terjadi pada akhir Agustus, Syahganda menegaskan, yang harus direformasi seharusnya bukan hanya Polri, tetapi juga TNI, Kejaksaan, dan lembaga-lembaga kenegaraan dan pemerintah lainnya.
Baca juga : Tinjau Lokasi Kebakaran Tangki, Pramono Jamin Terbitkan Sertipikat Yang Hangus
"Reformasi harus menyentuh lembaga-lembaga lain, tidak bisa satu sektoral, Polri saja," tutur Syahganda seraya menambahkan bahwa gejolak yang terjadi di akhir Agustus lalu adalah bentuk dari hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap negara, karena tidak adanya hope masa depan yang lebih baik.
Ia mengapresiasi langkah Polri yang terus membuka diri atas kritik dan saran dari semua unsur masyarakat, khususnya kelompok masyarakat kritis.
Sementara Tenaga Ahli Kedeputian I KSP, Feri Kusuma, mengakui program pemerintah yang dirumuskan dalam Asta Cita tidak akan terlaksana dengan baik, jika K/L tidak mengkomunikasannya dengan masyarakat.
Ia mengapresiasi Polri yang terus membangun komunikasi yang kondusif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah.
Baca juga : Pengamat: Tim Reformasi Polri Dibentuk Sesuai Arahan Presiden
Diskusi Publik ini dihadiri oleh unsur kehumasan K/L, para pejabat kehumasan Polri baik di Mabes maupun Polda di seluruh tanah air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya