Dark/Light Mode

Wow, 60% Pelaku Korupsi Di Indonesia Adalah Aktor Politik

Selasa, 29 Januari 2019 16:54 WIB
Bupati Mesuji, Lampung Khamami (bermasker) terjerat  Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK bersama 7 tersangka lain pada Rabu (23/1). Barang bukti dalam OTT ini adalah sekardus uang dalam pecahan Rp 100 ribu, yang berjumlah sekitar Rp 1 miliar. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)
Bupati Mesuji, Lampung Khamami (bermasker) terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK bersama 7 tersangka lain pada Rabu (23/1). Barang bukti dalam OTT ini adalah sekardus uang dalam pecahan Rp 100 ribu, yang berjumlah sekitar Rp 1 miliar. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tingginya angka kejahatan korupsi yang dilakukan oleh aktor politik. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, kesimpulan itu diambil dari dari diskusi yang dilakukan komisi antirasuah dengan Transparency International (TI) pada Senin (28/1).

“Ditemukan fenomena global, di mana korupsi politik masih menjadi hambatan serius pertumbuhan CPI (Indeks Persepsi Korupsi),” ujar Febri, Selasa (29/1).

Baca juga : Moeldoko Sekeras Jusuf Kalla

Sebagai latar belakang korupsi politik di Indonesia, KPK memberi data tersangka dari unsur politik yang pernah ditangani. Sejauh ini, ada 69 anggota DPR yang diproses komisi pimpinan Agus Rahardjo Cs. Dari DPRD, ada 161 orang. Sementara kepala daerah, 107 orang.

“Jika ditotal, lebih dari 60 persen kasus korupsi yang ditangani KPK adalah korupsi politik. Atau, dilakukan bersama-sama aktor politik tersebut,” ungkap Febri. 

Baca juga : Indonesia Andalkan Lapis Kedua

Untuk diketahui, Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2018 Indonesia naik 7 peringkat. Dari ranking 96 di tahun 2017, naik menjadi ranking 89 dari 180 negara. Hasil ini disumbang oleh 9 indikator sumber data.

Sumber tersebut antara lain PRS International Country Risk Guide, World Economic EOS, IMD World Competitiveness Yearbook, Economic Intellegent Unit, Bertelsmann Foundation Transdiv Indeks, PERC Asia Risk Guide, Global Insight Country Risk Ratings, World Justice Project, dan Varieties of Democracy Project. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.