Dark/Light Mode

Rektor UIN Jakarta Minta Publik Bijak Menyikapi Polemik PBNU

Sabtu, 29 November 2025 10:23 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar. (Foto : UIN Jakarta)
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar. (Foto : UIN Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar berharap dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera berakhir. Publik juga harus bijak menyikapi konflik tersebut.

Menurutnya, NU memiliki tradisi panjang dalam menyelesaikan persoalan secara musyawarah, sehingga opsi itu harus kembali dikedepankan.

“Pengurus NU adalah teladan bagi masyarakat. Islah diperlukan agar persoalan tidak melebar ke mana-mana demi kemaslahatan warga Nahdliyin,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga : Bebani Industri, APKI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Cukai Popok

Asep menegaskan, NU harus tampil sebagai jangkar moral bangsa. Karena itu, ia berharap para pemimpin organisasi segera bersatu, mengedepankan kepentingan umat, dan menyingkirkan ego kelompok.

“Umat menunggu keteladanan. Ini untuk menjaga wibawa organisasi dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Asep juga meminta warga NU maupun masyarakat umum untuk bersikap bijak, tidak ikut menyebarkan provokasi, dan tidak menambah persoalan.

Baca juga : Presiden Paham, Anak Yang Lapar Tak Bisa Berpikir Jernih

“Orang yang tidak tahu duduk perkaranya jangan ikut berkomentar. Jangan menambah masalah di PBNU,” tegasnya.

Ia meminta agar klarifikasi selalu mengacu pada sumber resmi. “Warga NU harus tetap menjadi teladan dalam menjaga ketenangan. Percayakan penyelesaian masalah kepada para pemimpin dan struktur organisasi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Asep menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu ikut masuk terlalu jauh ke urusan internal ormas.

Baca juga : Barca Minta Publik Sabar, Yamal Baru Pulih Cedera

“Pemerintah jangan ikut campur. Negara punya banyak persoalan besar yang harus ditangani. Urusan PBNU biarkan diselesaikan oleh Ormas,” ujarnya.

Ia menilai, NU sudah cukup dewasa dan berpengalaman menghadapi dinamika internal. Pemerintah cukup menjaga stabilitas umum, tanpa mengambil posisi yang dapat menambah sensitifitas situasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.