Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Yuni Warga Agam Harap Bisa Mulai Bangun Rumah dan Usaha Lagi
Jumat, 5 Desember 2025 16:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Yuni Efnita (40 tahun), warga Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatra Barat, mengkhawatirkan nasib 15 karyawannya pascabencana banjir dan longsor yang menghancurkan tempat usahanya. Meski dia sendiri juga korban banjir, Yuni tak tega pegawai yang menggantungkan hidup pada usaha pinang dan kedai makanannya harus kehilangan penghasilan.
"Ya, permintaannya itu cepat (perbaiki) rumah. Biar kami bisa berusaha lagi," kata Yuni, di lokasi pengungsian, Nagari Salareh Aia, Agam, Kamis (4/12/2025).
Sejak kejadian banjir pada Kamis (27/11/2025) sore, Yuni sudah tinggal di pos pengungsian tak jauh dari rumahnya. Dia tinggal bersama puluhan warga lain di ruang kelas sebuah sekolah dasar, termasuk dengan beberapa pegawainya.
Baca juga : Makan-Minum Aman Tersedia, Warga Agam Kini Harap Dibuatkan Rumah Sementara
Tak hanya tempat tinggal, seluruh sumber penghidupan keluarga Yuni pun musnah. Yuni memiliki usaha membeli dan mengolah pinang. Dia juga punya kedai di ruko yang bagian atasnya menjadi rumah. Sementara, suaminya bekerja membuka bengkel las.
"Mesin-mesin suami habis semua, tak ada satu pun terselamatkan. Usaha saya juga. Banyak orang bergantung sama saya, ada 15 orang bekerja dengan saya. Sekarang mereka pun kehilangan mata pencaharian," ucap Yuni.
Ia sedih membayangkan nasib para pekerja yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada usahanya. "Saya susah begini, tapi saya pikir juga orang-orang itu nanti makan apa, kerja di mana,” ujarnya.
Baca juga : Polri Salurkan Air Bersih Dan Bantu Bersihkan Rumah Warga Di Agam Sumbar
Yuni mengaku lega karena bantuan tanggap bencana dari Pemerintah cepat datang. Pengiriman sembako dari berbagai pihak pun lancar. Bahkan, bantuan sudah datang sehari setelah kejadian.
"Bantuan seperti beras, pakaian, semua ada. Makan tinggal ambil," kata dia.
Kini, harapan terbesar Yuni hanya satu, tanah dan rumah untuk memulai kembali kehidupan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya