Dark/Light Mode

Di Pandeglang,

BEM Untirta Implementasikan Inovasi Filter Air untuk Budidaya Ikan Mas Sinyonya

Sabtu, 13 Desember 2025 11:05 WIB
Tim Untirta bersama Mitra (Desa Bandung) dan Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Foto: BEM UNTIRTA
Tim Untirta bersama Mitra (Desa Bandung) dan Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Foto: BEM UNTIRTA

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) bersama tim dosen lintas disiplin menghadirkan inovasi teknologi ramah lingkungan berupa STEM Kit filter air berbahan dasar kulit singkong. Program ini dilaksanakan di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, guna meningkatkan kualitas air kolam dan mendukung keberlanjutan budidaya ikan mas Sinyonya, komoditas unggulan desa setempat.

Program tersebut didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM (PM-BEM) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh dosen Pendidikan Biologi UNTIRTA Indah Juwita Sari, Ph.D., bersama tim lintas disiplin yang terdiri atas R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D. (LPPM UNTIRTA), Ika Rifqiawati, M.Pd. (Pendidikan Biologi), serta Bening Nurul Hidayah Kambuna, S.T., M.T. (Teknik Metalurgi).

 

Inovasi Berbasis Limbah Pertanian

Baca juga : PLN EPI Tingkatkan Efisiensi Logistik Energi untuk Perkuat Pasokan Nasional

Filter air berbahan arang kulit singkong dikembangkan sebagai solusi atas persoalan kualitas air kolam yang selama ini menghambat produktivitas ikan mas Sinyonya. Limbah kulit singkong yang melimpah di wilayah tersebut diolah melalui proses karbonisasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media filtrasi yang efektif dan ramah lingkungan.

Indah Juwita Sari menjelaskan, pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana, murah, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Arang kulit singkong terbukti mampu menjadi bahan filtrasi yang efektif setelah melalui proses karbonisasi. Harapannya, teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas air kolam, tetapi juga menjadi media edukasi STEM bagi pelajar yang berkunjung ke Desa Wisata Ikan Mas Sinyonya,” tuturnya, Sabtu (13/12/2025). 

 

Disambut Positif Warga

Baca juga : Kemenko PMK Lahirkan Enam Inovasi Berbasis AI untuk Efisiensi Birokrasi

Penerapan filter air tersebut mendapat respons positif dari warga dan kelompok pembudidaya ikan. Salah satu petani ikan mas Sinyonya, Syaefullah, menyebut teknologi ini mampu menjawab persoalan yang selama ini mereka hadapi.

“Air kolam kami sering keruh dan berpengaruh pada kesehatan ikan. Setelah menggunakan filter dari kulit singkong, air menjadi lebih jernih dan ikan terlihat lebih aktif,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, khususnya BUMDes dan kelompok pembudidaya ikan mas Sinyonya.

“Desa kami tidak hanya mendapatkan solusi teknologi, tetapi juga paket pelatihan dan edukasi yang lengkap. Ini merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa,” ujarnya.

 

Baca juga : Lewat Riset dan Inovasi Terpadu, Astra Agro Perkuat Daya Saing Sawit Nasional

Rangkaian Kegiatan hingga Akhir 2025

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari focus group discussion (FGD) pada 11 Oktober 2025, sosialisasi, pengukuran kolam, hingga pemasangan dan pengujian filter pada November 2025.

Pada awal Desember 2025, tim juga menyelenggarakan berbagai pelatihan, antara lain Workshop Packaging dan Keberlangsungan Hidup Ikan (1 Desember), Workshop Karbonisasi Kulit Singkong (2 Desember), serta Workshop Potensi Bisnis dan Pemasaran Produk Olahan Ikan Mas Sinyonya (3 Desember).

Melalui program ini, BEM UNTIRTA dan tim dosen berharap inovasi filter air berbahan kulit singkong dapat diperluas ke wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa. Selain meningkatkan kualitas air budidaya, teknologi ini juga diharapkan menjadi inspirasi pengembangan wisata edukasi berbasis sains di tingkat desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.