Dark/Light Mode

Status Bencana Tak Perlu Diperdebatkan

Yang Penting Penanganannya Skala Nasional

Sabtu, 20 Desember 2025 08:00 WIB
(Dari kiri) Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri PU Dody Hanggodo, dan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan keterangan terkait penanganan bencana Sumatera di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
(Dari kiri) Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri PU Dody Hanggodo, dan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan keterangan terkait penanganan bencana Sumatera di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
“Yang bekerja bukan satu-dua orang. Semua warga ikut bekerja. Ayo dukung semuanya,” ujarnya. 

Meski demikian, Teddy mengakui penanganan belum sepenuhnya sempurna. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak bahu-membahu membantu proses pemulihan. 

“Kalau ada daerah yang belum dapat logistik, sampaikan ke petugas. Sampaikan ke TNI, Polri, Basarnas, BNPB. Pasti langsung dikerjakan,” tegasnya. 

Baca juga : Warga Trauma Bencana, Ada Hujan, Saya Takut...

Menurut Teddy, perdebatan berkepanjangan soal status bencana justru tidak produktif. Yang terpenting adalah substansi penanganan di lapangan. 

Untuk itu, Teddy mengajak semua pihak termasuk tokoh publik dan media untuk bijak dan tidak memperkeruh suasana. “Jangan menggiring seolah pemerintah dan petugas tidak bekerja. Semua sedang berjuang, baik yang terlihat kamera maupun tidak terlihat,” ujarnya. 

Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama, kekompakan, dan energi positif. Masyarakat diminta membantu dengan niat tulus untuk menguatkan warga terdampak. “Sekali lagi, ayo saling bantu, saling jaga, saling dukung, dan sebarkan energi positif,” katanya. 

Baca juga : Lebih 1.000 Relawan Dan 100 Truk Bantuan Dikerahkan

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, TNI AD terlibat aktif dalam penanganan bencana. TNI AD telah mendirikan lebih dari 40 pos kesehatan dan lebih dari 50 dapur umum. Selain itu, prajurit terlibat langsung dalam hampir seluruh kegiatan di lapangan. 

Kepala KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kanan) menyampaikan keterangan terkait penanganan bencana Sumatera. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

Untuk pemulihan infrastruktur, Maruli menjelaskan TNI AD mendapat mandat khusus dalam pembangunan jembatan darurat. Saat ini, 18 jembatan Bailey telah disiapkan TNI AD, sementara 14 unit lainnya disiapkan Kementerian PUPR. 

“Hingga sekarang sudah tujuh jembatan Bailey selesai. Enam dalam pemasangan, lima berada di pelabuhan, tiga terkendala akses, dan sisanya dalam perjalanan,” jelasnya. 

Baca juga : Kader Gerindra Kompak Jaga Kantor DPC Batam

Selain jembatan Bailey, TNI AD menyiapkan jembatan Armco, meski pemasangannya membutuhkan waktu lebih lama. Maruli berharap, pada Januari, sekitar 50 jembatan Bailey dapat terpasang, dan jika pengadaan tambahan terealisasi, total bisa mencapai 100 jembatan. 

“Untuk bisa mencapai kondisi sekarang, anggota kami bekerja luar biasa. Sudah bekerja siang malam, malah dibilangnya pengesahannya (lambat). Bagaimana rasanya Anda kalau di posisi itu?” katanya. 

Maruli juga meminta dukungan moral bagi anggota TNI dan masyarakat di lapangan, terlebih ada keluarga prajurit yang turut menjadi korban. “Kalau ada kekurangan, tolong informasikan kepada kami. Kasihan anggota kami,” harapnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.