Dark/Light Mode

Rapat Tiga Menteri

Kementerian PU Tancap Gas Tangani 1.459 Titik Bencana di Sumatera

Kamis, 8 Januari 2026 19:54 WIB
Menteri PU, Dody Hanggodo rapat bersama denganSekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Menko PMK, Pratikno dan Mendagri, Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: PU
Menteri PU, Dody Hanggodo rapat bersama denganSekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Menko PMK, Pratikno dan Mendagri, Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas menangani dampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan sejak awal kejadian pihaknya langsung mengerahkan alat berat dan personel ke lokasi terdampak.

“Pemulihan bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tapi memastikan masyarakat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih, layanan kesehatan, tempat ibadah, dan hunian sementara,” ujar Dody usai rapat bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menko PMK Pratikno, dan Mendagri Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca juga : Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pasca Bencana Di Aceh Utara Dan Sumatera Utara

Menteri dari Partai Demokrat ini mengungkapkan, hingga 7 Januari 2026 tercatat sebanyak 1.459 titik terdampak di tiga provinsi. Rinciannya, Aceh 523 titik, Sumatera Utara 306 titik, dan Sumatera Barat 630 titik. Dampak bencana meliputi banjir, longsor, tanggul jebol, kerusakan jalan dan jembatan, hingga terganggunya layanan air bersih.

Untuk penanganan darurat, PU mengerahkan 1.712 unit alat berat, 1.328 personel, 470 sarana pendukung, serta 6.232 unit material. Upaya ini difokuskan pada pembersihan lokasi, normalisasi sungai, dan pemulihan konektivitas wilayah.

Di sektor Bina Marga, jalan nasional antarkota dan kabupaten sudah kembali tersambung. Dari 1.961 ruas jalan terdampak, sebanyak 1.410 ruas telah fungsional, sementara 551 ruas masih dalam perbaikan. Sebanyak 743 jembatan daerah terdampak, dengan 120 unit sudah bisa digunakan dan 623 unit lainnya membutuhkan perbaikan. Untuk itu dibutuhkan 270 jembatan Bailey dan 205 jembatan Armco.

Baca juga : Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Efektif Per 5 Januari

Sektor Sumber Daya Air juga menjadi perhatian. Dari 36 daerah irigasi (DI) nasional, 21 DI terdampak dengan luas layanan sekitar 127.688 hektare. Selain penanganan 13 bendung, PU melakukan normalisasi saluran irigasi dan pemulihan lahan pertanian yang tertimbun sedimen.

PU juga menyediakan air bersih melalui sumur bor dalam. Di Aceh Tamiang, penyediaan air baku dilakukan di 24 lokasi dengan 10 alat bor. Satu unit sumur telah beroperasi dengan debit 2 liter per detik.

Di sektor Cipta Karya, fokus diarahkan pada pemulihan layanan permukiman. Sebanyak 470 sarana dan prasarana seperti IPA mobile, tangki air, toilet darurat, dan hidran umum telah disalurkan, dengan 451 unit sudah terpasang.

Baca juga : DPR Sarankan Pemerintah Bikin Badan Khusus Tangani Dampak Bencana Sumatera

Sementara itu, pembangunan hunian sementara (huntara) terus berjalan. Di Aceh Tamiang, 84 unit huntara telah mencapai progres 80,14 persen. Selain itu, PU menyiapkan pembangunan 1.522 unit huntara tambahan di Aceh dan Sumatera Utara, sehingga total huntara yang akan dibangun mencapai 1.606 unit.

Kementerian PU memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.