Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), sudah rampung. Minggu (11/01/2026), Masjid IKN dipakai perdana untuk Salat Subuh berjemaah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertindak sebagai imam.
Salat Subuh perdana ini diikuti puluhan jemaah. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ikut berjemaah. Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini khusyuk salat di shaf pertama.
Dilihat dari foto-foto yang dibagikan dan ditayangkan website Otorita IKN, salat berjemaah digelar di ruang utama masjid yang amat megah dan keren. Ruangan ini dikelilingi pilar putih bercorak keemasan. Plafon di atas berbentuk lingkaran mengikuti posisi pilar dengan warna earth tone yang mendominasi. Lampu hias berbentuk pola lingkaran bersusun memancarkan ketenangan di dalam masjid.
Karpet hijau bercorak titik-titik diagonal menjadi alas untuk para jemaah. Sementara, bagian lantai lainnya dibiarkan terbuka. Area imam dan tempat khutbah tak ditutupi sekat ataupun dinding. Di samping mihrab imam, terdapat meja serta kursi sebagai tempat khutbah.
Baca juga : Buka Perdagangan, Purbaya: IHSG Bisa Ke 10.000
Setelah salat, Menag mengisi Kuliah Subuh. Dalam ceramahnya, Menag mengulas Surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan penciptaan manusia sebagai khalifah atau wakil-Nya di muka bumi.
Kata Menag, ayah ini menegaskan amanah untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga bumi melalui kerja-kerja keberlanjutan yang sejalan dengan ibadah dan ketakwaan kepada Tuhan. Pembangunan IKN tidak boleh dipandang sebagai penaklukan terhadap alam, melainkan sebuah amanah untuk mengelola dan memakmurkan bumi.
Menag menegaskan, IKN adalah laboratorium moral bagi manusia Indonesia dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya secara modern. "Konsep khalifah dalam konteks IKN diterjemahkan sebagai kerja-kerja keberlanjutan yang menyelaraskan antara ketakwaan spiritual dengan tanggung jawab ekologis," terangnya.
Setelah memberi Kuliah Subuh, Menag bersama Basuki mengganti peci hitamnya dengan helm proyek berwarna putih. Keduanya lalu berkeliling meninjau kesiapan operasional Masjid Negara, khususnya menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Baca juga : Rapat Perdana 2026, Menperin Bahas Program Pemulihan IKM Terdampak Bencana
"Saya dan Pak Bas melihat persiapan untuk memanfaatkan masjid tercantik kita di Indonesia sekarang ini, menjelang Bulan Suci Ramadan, menjelang Bapak Presiden Prabowo Subianto datang berkunjung. Insya Allah Bulan Suci Ramadan yang akan datang kita sudah mulai aktif," ucap Menag.
Saat peninjauan, Menag juga menerima penjelasan mengenai progres pembangunan Basilika untuk umat Katolik yang tengah memasuki tahap penyelesaian. Selain itu, juga mengenai pembangunan Gereja Kristen, Pura, dan Wihara. Menag menyatakan, kehadiran Masjid Negara dan fasilitas keagamaan lintas umat lain di IKN adalah representasi penting dari Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan merefleksikan keragaman Indonesia.
Kementerian Agama (Kemenag) segera berkantor di IKN seiring percepatan relokasi lembaga Pemerintah Pusat. "Kami akan mempercepat aktivitas kantor kementerian di sini. Karena ini adalah kebanggaan kita, semakin cepat dilihat oleh dunia, tentu lebih bagus. Sesuai harapan Bapak Presiden bahwa IKN ini akan menjadi ikonik bangsa Indonesia yang sangat membanggakan," tutur Menag.
Masjid Negara berdiri di Kawasan Peribadatan Nusantara. Bangunan megah ini terdiri dari empat lantai dengan tambahan dua lantai mezanin. Masjid ini memiliki luas bangunan mencapai 76.647 meter persegi dengan kapasitas hingga 29.095 jamaah.
Baca juga : Korupsi Bencana, Musuh Kemanusiaan
Masjid Negara diproyeksikan dapat diperluas agar dapat mengakomodasi hingga 60.000 jamaah seiring bertumbuhnya aktivitas masyarakat di Nusantara. Progres pembangunan Masjid Negara ini telah mencapai 98,40 persen atau tinggal finishing.
Kepala Petugas Konstruksi Kawasan Peribadatan Nusantara Evry menjelaskan, rumah ibadah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dirancang untuk berdampingan secara harmonis di IKN. Selain Masjid Negara, pembangunan Gereja Basilika terus menunjukkan kemajuan signifikan. Gereja dengan kapasitas 1.600 umat ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti Wisma Uskup, Jalan Salib dan Taman Goa Maria, hingga Gedung Kolaborasi Lintas Agama.
"Tahap awal memang dua, Masjid dan Basilika. Disusul Klenteng, Vihara, dan Pura yang semuanya terintegrasi," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya