Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia III Terjadi, Ruang Mencegahnya Semakin Sempit
Senin, 19 Januari 2026 11:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku khawatir melihat perkembangan dunia dalam tiga tahun terakhir. Terutama, dinamika global dalam bulan-bulan terakhir. Menurut SBY, kondisi tersebut dapat memicu Perang Dunia III.
"Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi, kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," papar SBY lewat platform X, Senin (19/1/2026).
"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi," tandas Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Meski percaya hal yang sangat mengerikan itu bisa dicegah, SBY mengatakan ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit.
Baca juga : 5 Investor Masuk, Perbankan Ritel Beroperasi, IKN Makin Diminati
Menurut SBY, situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Di antara kesamaan itu adalah munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran - termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya -, serta geopolitik yang benar-benar panas.
"Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?" tutur SBY.
"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi, saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi," imbuhnya.
SBY kemudian membeberkan hasil studi yang mengatakan, kehancuran dunia tak bisa dihindari jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa. Harapan manusia pun musnah.
Baca juga : Bangsal Cold Storage Kementan Bikin Bawang Merah Kendal Semakin Kompetitif
"Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya," paparnya.
Sesempit apa pun, kata SBY, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. SBY kemudian semua pihak terkait untuk berbicara dan berupaya. Dia mengingatkan kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.
SBY pun mengusulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Dengan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.
"Saya tahu, boleh dikata saat ini, PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," ujar SBY.
Baca juga : SBY: Penanganan Bencana Itu Kompleks, Cara & Gaya Presiden Tak Selalu Sama
"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu bagai berseru di padang pasir. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya