Dark/Light Mode

Polda Jabar Klarifikasi 108 Orang Hilang Dalam Musibah Longsor Bandung Barat

Selasa, 27 Januari 2026 11:32 WIB
Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Polisi Areis La Ode Aries El Fathar dalam konferensi pers di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: ANTARA/Ilham Nugraha)
Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Polisi Areis La Ode Aries El Fathar dalam konferensi pers di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: ANTARA/Ilham Nugraha)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Jawa Barat mengklarifikasi informasi viral yang menyebut 108 orang hilang dalam bencana longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).

Terkait hal tersebut, Kepala Biro Operasi Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Areis La Ode Aries El Fathar menegaskan, angka 108 bukanlah jumlah korban hilang, melainkan jumlah masyarakat yang datang ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk keperluan ante-mortem.

Baca juga : Pemerintah Terjunkan Lima Klaster Terpadu Tangani Longsor Bandung Barat

"Satu korban dapat diwakili oleh dua hingga tiga orang keluarga yang datang melapor. Oleh karena itu, jumlah pelapor tidak bisa dijadikan acuan jumlah korban hilang," ujar Areis, seperti dikutip ANTARA, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, pihak kepolisian tetap menerima masyarakat yang datang melapor meskipun tanpa membawa KTP atau KK.

Baca juga : Polda Jabar Terima 16 Jenazah Korban Longsor Cisarua, 9 Berhasil Diidentifikasi

Terkait proses identifikasi korban, hingga Senin (26/1/2026), Areis mengungkap total 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Saat ini, terdapat 38 kantong jenazah di Puskesmas dengan 18 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. 

Pencarian Terus Dilakukan 

Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana memastikan, timnya terus melakukan pencarian terhadap puluhan warga lain yang masih diduga tertimbun.

Baca juga : Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Di Bandung Barat

Menurutnya, data korban yang hilang bersifat dinamis. Ini memungkinkan terjadinya penambahan atau pengurangan jumlah, sesuai laporan terkini.

"Kami masih menggunakan istilah evakuasi kantong jenazah, karena tidak semua kantong jenazah dalam keadaan utuh. Sehingga, perlu diidentifikasi kembali identitasnya untuk mencegah data ganda," ujar Ade.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.