Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Longsor Cisarua KBB: 41 Korban Teridentifikasi, 25 Orang Hilang
Jumat, 30 Januari 2026 13:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim SAR Gabungan mencatat sebanyak 41 jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026).
Hingga saat ini, petugas masih berupaya mencari 25 korban lainnya yang dilaporkan masih hilang.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa pada pencarian hari keenam hingga pukul 16.30 WIB, tim kembali menemukan dua kantong jenazah.
Keduanya telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kendala Cuaca dan Faktor Keselamatan
Baca juga : BNPB: Tim SAR Evakuasi 53 Kantong Jenazah, 35 Korban Telah Teridentifikasi
Ade menekankan bahwa operasi SAR dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan stabilitas lereng dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pada Kamis sore, lokasi kejadian diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang memicu risiko longsor susulan.
"Kami mohon doa agar seluruh tim SAR diberi perlindungan dalam menjalani tugas kemanusiaan ini," ujar Ade di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1/2026).
Apabila curah hujan meningkat, operasi akan dihentikan sementara guna menjamin keselamatan personel.
Baca juga : Update Longsor Cisarua: 48 Kantong Jenazah Dievakuasi, 33 Warga Masih Hilang
Kondisi tanah yang jenuh dan jarak pandang yang terbatas menjadi tantangan utama di lapangan.
Penambahan Personel dan Alat Berat
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim SAR mendapat tambahan 14 personel dari Basarnas Lampung serta bantuan dari relawan yang terus berdatangan.
Sebanyak 17 unit alat berat juga telah dikerahkan di titik-titik krusial longsoran. Memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026), pihak SAR akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Pihaknya bakal mengevaluasi proses pencarian korban yang telah dilakukan selama tujuh hari untuk menentukan langkah ke depan," lanjut Ade.
Proses Identifikasi Jenazah
Baca juga : BNPB: 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Sudah Teridentifikasi
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa kondisi fisik jenazah yang ditemukan pada hari keenam mulai mengalami perubahan.
Namun, ia memastikan tim medis masih dapat bekerja secara maksimal. Hendra menuturkan, pada hari keenam operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan.
Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya