Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menyikapai pemberitaan dan informasi yang beredar di masyarakat tentang potensi penularan Virus Corona alias Covid-19 dari hewan ke manusia, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa hewan, khususnya hewan kesayangan, sebagai sumber penularan virus mematikan asal Wuhan, China, itu.
"Sudah ditegaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), bahwa penyebaran Covid-19 terjadi dari manusia ke manusia. Belum ada bukti yang kuat bahwa hewan dapat menyebarkan penyakit ini," jelas I Ketut Diarmita, Dirjen PKH Kementan, Kamis (12/3).
Oleh karena itu, ia berpesan agar masyarakat tidak khawatir untuk memelihara hewan kesayangan seperti kucing dan anjing, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kesejahteraan hewan, seperti membuang atau menerlantarkan hewan kesayangannya. Ketut juga meminta agar masyarakat terus menjaga kesehatan hewan miliknya dengan memastikan penyediaan pakan dan minum yang sehat serta mencukupi, termasuk memastikan kesehatannya dengan berkonsultasi ke petugas kesehatan hewan.
Baca juga : Mau Revisi UU, Jepang Dinilai Lamban Tangani Covid-19
"Saat menangani hewan, pastikan mencuci tangan dengan air menggunakan sabun sebelum dan setelah kontak dengan hewan," pesannya. Hal tersebut penting sebagai bagian dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pernyataan Ketut diamini Tri Sayta Putri Naipospos, Ketua Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan. Menurutnya, berdasarkan laporan dari otoritas pemerintah yang membidangi kesehatan hewan di Hong Long, telah ditemukan kasus positif lemah pada anjing milik pasien positif Covid-19, dan anjing tersebut tidak menunjukan gejala sakit. Sampai saat ini tidak ada bukti penularan Covid-19 dari hewan ke manusia.
"Penularan Covid-19 saat ini terjadi dari manusia ke manusia. Fakta awal yang menunjukkan keterkaitan dengan satwa liar, dalam hal ini kelelawar masih dalam penelitian lebih lanjut," ucapnya.
Baca juga : Ketua MPR: Ekonomi Nasional Tak Boleh Lumpuh Karena Takut Covid-19
Informasi yang sama juga disampaikan oleh NLP Indi Dharmayanti, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Kementan. Dia menyampaikan, masih perlu waktu untuk memastikan apakah virus penyebab Covid-19 berasal dari hewan dan kemudian menulari manusia (bersifat zoonosis).
Saat ini, BBLitvet telah bekerja sama dengan Ditjen PKH dan dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan Depok dalam memeriksa 13 sampel dari 2 anjing dan 1 kelinci milik pasien positif COVID-19 di Depok, dan hasilnya menunjukkan hasil negatif pada bebeberapa kali pemeriksaan. "Dari beberapa publikasi, memang terdapat data yang menunjukan bahwa virus penyebab COVID-19 mempunyai kedekatan genetik dengan virus yang terdapat pada kelelawar. Namun masih perlu studi lebih lanjut untuk memastikan perannya dalam penularan," tambahnya.
Ia menegaskan, penularan antarmanusia merupakan rute utama penyebaran. Namun, penelitian di hulu (pada hewan) terkait potensi zoonosis tetap perlu dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan untuk masa yang akan datang.
Baca juga : Kemenag Minta Penyedia Layanan Haji Di Saudi Waspadai Virus Corona
Ketut menegaskan, situasi Covid-19 berkembang dengan cepat dan infomasi terus bertambah berdasarkan hasil kajian yang dilakukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Sebagai bentuk kewaspadaan, Kementan bersama Kemenkes dan KLHK dengan dukungan FAO telah melakukan surveilans triangulasi untuk memonitor peredaran berbagai virus terutama di hewan domestik dan satwa liar, serta kaitannya dengan manusia. "Apabila ada data/informasi terbaru terkait Covid-19 dari aspek kesehatan hewan, kita akan segera sampaikan ke masyarakat," pungkasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya