Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof Didik J. Rachbini: Agus Widjojo Arsitek Intelektual Reformasi TNI
Senin, 9 Februari 2026 08:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini mengenang almarhum Jenderal (Purn.) Agus Widjojo sebagai sosok perwira intelektual yang memiliki peran penting dalam mendorong profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan supremasi sipil pada era Reformasi.
Didik mengatakan, ia mengenal mantan Gubernur Lemhanas itu sejak awal 1990-an saat bersama merancang dan melaksanakan Seminar Angkatan Darat di Bandung. Dalam berbagai pertemuan dan diskusi, Agus Widjojo dikenal sebagai jenderal dengan pemikiran politik dan militer yang kuat serta relevan dengan perubahan zaman.
“Kalangan intelektual sipil merasa nyaman berdiskusi dengan Agus Widjojo. Selain santun dan ramah, pemikirannya sangat bernas dan konsisten menjunjung profesionalisme TNI serta supremasi sipil,” ujar Didik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca juga : Dituding Aktor Intelektual Kasus Masiku, Hasto Kaget
Menurut Didik, Agus Widjojo sering disebut sebagai tentara atau perwira intelektual karena posisinya yang unik, yakni sebagai perwira tinggi TNI sekaligus pemikir strategis yang konsisten mendorong demokratisasi. Pemikirannya dinilai berpengaruh besar terutama pada masa transisi Reformasi.
Didik menilai Agus Widjojo merupakan salah satu arsitek intelektual yang berperan dalam mengakhiri era Dwifungsi ABRI. Ia berpandangan bahwa militer yang profesional dan kuat justru lahir dari sistem demokrasi, bukan dari keterlibatan dalam kekuasaan politik praktis.
“Keterlibatan militer dalam politik praktis justru melemahkan profesionalisme. Bagi Agus Widjojo, kekuasaan politik harus berada di tangan sipil yang dipilih secara demokratis, sementara militer tunduk pada konstitusi dan hukum sebagai alat pertahanan negara,” kata Didik.
Baca juga : Disdik DKI Larang Pungutan Wisuda di Sekolah, Ini Aturan Lengkapnya
Selain itu, Didik menyoroti peran Agus Widjojo saat memimpin Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai pusat pemikiran strategis negara. Melalui lembaga tersebut, gagasan-gagasan Agus Widjojo mengenai demokrasi, masyarakat madani, geoekonomi, dan geopolitik dinilai memberi pengaruh luas bagi para pemimpin nasional.
“Intelektualisme Agus Widjojo bersifat lengkap dan komprehensif, dan belum tentu mudah ditemukan penggantinya di masa kini,” ujar Didik.
Agus Widjojo dikenang sebagai salah satu tokoh militer yang menjembatani dunia militer dan sipil dalam kerangka demokrasi modern Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya