Dark/Light Mode

Implementasi Kerja Sama Sister City Penting untuk Dukung Program SDGs

Jumat, 13 Maret 2020 17:35 WIB
Rapat Koordinasi Kerja Sama Teknik dan Kerja Sama Sister City/Sister Province, di Hotel Novotel, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (12/3). (Foto: Dok. Kemendagri)
Rapat Koordinasi Kerja Sama Teknik dan Kerja Sama Sister City/Sister Province, di Hotel Novotel, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (12/3). (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Fasker Kementerian Dalam Negeri (Kepmendagri), Nelson Simanjuntak, menyatakan, kegiatan kerja sama sister city penting sebagai bentuk upaya mengimplementasikan Program Sustainable Development Goals (SDGs) dan meningkatkan pelayanan publik.       

“Karena itu, peluang kerja sama harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, sebagai pengungkit bagi percepatan pembangunan SDGs di pusat dan daerah,” kata Nelson pada Rapat Koordinasi Kerja Sama Teknik dan Kerja Sama Sister City/Sister Province, di Hotel Novotel, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (12/3).        

Berita Terkait : Potensi Ekspor Tanaman Hias Buka Peluang untuk Optimalkan Gratieks

Nelson mengatakan, di era globalisasi ini penting untuk melaksanakan kerja sama baik secara lokal maupun internasional sehubungan dengan meningkatnya status Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah ke atas.

“Kegiatan ini dapat menjadi wahana dan sarana untuk lebih memantapkan hubungan dan keterikatan  antar negara dan daerah sehingga ada keselarasan, sinergitas pembangunan daerah,” ungkapnya.      

Baca Juga : Di Tengah Virus Corona Mewabah, Asensi Apresiasi Pemilihan Puteri Indonesia 2020

Ada pun komitmen yang telah ditunjukkan pemerintah pusat dengan mengambil tindakan awal. Termasuk menghubungkan sebagian besar target dan indikator SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Dengan adanya struktur nasional ini, keberhasilan Indonesia dalam mencapai SDGs sangat bergantung pada tiga faktor utama, yaitu percepatan, pembiayaan dan inklusi yang harus menjadi prioritas ke depan,” terangnya.        

Baca Juga : Mulai 15 Maret, Singapura Larang Masuk dan Transit Pengunjung Dari Italia, Jerman, Spanyol dan Prancis

Nelson menjelaskan, pelaksanaan SDGs tersebut akan membutuhkan keterlibatan dari seluruh aktor pembangunan selain pemerintahan yakni Civil Society Organization, sektor swasta, filantropi, akademisi, dan lain-lain.

”Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pencapaian Sustainable Development Goals untuk memastikan pemahaman SDGs di dalam implementasi pelayanan publik dan indikator SDGs berjalan baik di daerah,” jelasnya. [DIR]