Dark/Light Mode

Manila Diisolasi, Stok Logistik untuk WNI Aman

Sabtu, 14 Maret 2020 17:21 WIB
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketersediaan logistik untuk warga negara Indonesia (WNI) di Manila, Filipina, diyakini masih aman selama ibu kota negara itu diisolasi oleh otoritas setempat mulai 15 Maret - 14 April guna menekan penyebaran jenis baru virus corona (COVID-19).

"Sejauh ini aktivitas masih normal dan toko-toko masih buka seperti biasa," kata Pelaksana Fungsi Hubungan Masyarakat dan Media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, Agus Buana, lewat pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (14/3).

KBRI Manila mencatat per April 2019 jumlah warga negara Indonesia di Filipina sebanyak 1.683 orang dan 1.100 di antaranya bermukim di Kota Manila. "Umumnya mereka ekspatriat serta mahasiswa," tambah Agus.

Berita Terkait : Stimulus Ekonomi Untuk Perkuat Industri

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte mengumumkan sejumlah kebijakan mengenai pengendalian COVID-19, di antaranya meliburkan kegiatan belajar-mengajar di seluruh jenjang pendidikan sampai 12 April dengan mengurangi aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta.

Selain itu menutup akses masuk dan keluar Manila untuk transportasi darat, laut, dan udara mulai 15 Maret sampai 14 April. Juga menerapkan karantina secara berkelompok (community quarantine) di Manila dan membatasi akses masuk bagi pendatang dari negara terdampak COVID-19, kecuali warga negara Filipina dan keluarganya, pemegang visa tinggal tetap, dan visa diplomatik yang diterbitkan pemerintah.

Kebijakan itu diterapkan Duterte setelah pemerintah meningkatkan status darurat COVID-19 pada tingkatan tertinggi level 4 atau kode merah.

Berita Terkait : BIN: Puncak Virus Corona di Indonesia Saat Bulan Puasa

Menurut KBRI Manila, per Jumat (13/3) jumlah pasien positif COVID-19 di Filipina mencapai 52 jiwa dengan jumlah korban tewas lima orang. Lima korban meninggal dunia itu ditemukan di Manila.

Sementara itu, jumlah terduga COVID-19 mencapai 849 orang. Namun, per Sabtu (14/3), jumlah pasien bertambah 12 orang jadi total penderita COVID-19 mencapai 64 orang. Di tengah situasi darurat itu,

KBRI Manila memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta Kementerian Luar Negeri RI serta menjalin komunikasi dengan WNI/diaspora guna mengurangi dampak isolasi terhadap warga negara Indonesia. [SRI]