Dark/Light Mode

AS Serang Iran, Idrus Marham: RI Tetap Di BoP, Tapi Suarakan Sikap Tegas

Rabu, 4 Maret 2026 14:11 WIB
Idrus Marham. Foto: Ist.
Idrus Marham. Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum IKA UIN Alauddin Makassar Idrus Marham meminta pemerintah mengambil sikap tegas atas memanasnya konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Menurut Idrus, Indonesia perlu segera menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan ketidaksetujuan terhadap langkah militer tersebut. Sikap ini penting untuk menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia sekaligus menjaga konsistensi prinsip bebas aktif.

“Pernyataan tegas tidak setuju atas penyerangan itu penting sebagai peneguhan prinsip politik luar negeri kita,” ujar Idrus dalam keterangannya, Selasa (3/3).

Serangan militer AS dan Israel ke Iran memicu eskalasi konflik kawasan. Dalam operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas setelah kompleks kediamannya di Teheran dihantam serangan udara. 

Baca juga : Telepon Menlu Iran, Sugiono Tawarkan RI Siap Mediasi Perang

Idrus menilai sikap tegas Indonesia tetap harus disertai strategi diplomasi yang matang. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terburu-buru keluar dari forum internasional seperti Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

Menurut dia, keluar dari forum internasional bukan langkah strategis karena justru menutup ruang diplomasi Indonesia.

“Yang penting sikapnya tegas. Tidak setuju dengan serangan tersebut, tetapi Indonesia tetap memanfaatkan ruang diplomasi yang ada,” katanya.

Idrus menilai keberadaan Indonesia di dalam forum internasional dapat dimanfaatkan untuk menyuarakan posisi politik secara jelas sekaligus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Baca juga : Harga Minyak Dunia Terkerek, Kita Bakal Kena Dampaknya

Ia juga merespons sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya mendesak pemerintah keluar dari BoP sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel yang didukung AS.

Menurut Idrus, desakan tersebut lahir dari semangat moral yang patut dihargai. Namun keputusan diplomatik harus mempertimbangkan dampak strategis jangka panjang.

“Keluar dari forum bukan berarti masalah selesai. Justru kita kehilangan kursi di meja perundingan,” ujarnya.

Karena itu, Idrus mendorong Indonesia tetap aktif memainkan peran diplomasi internasional, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga : Iran Dukung RI Gabung BOP, Tapi Ragukan AS

Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil kepeloporan dalam menggalang negara-negara Islam guna mendorong penyelesaian krisis kemanusiaan serta memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Menurut Idrus, momentum krisis ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia memperkuat peran sebagai jembatan perdamaian dunia.

“Prinsip kita jelas: bebas menentukan sikap dan aktif memperjuangkan perdamaian dunia. Perang hanya akan memperluas penderitaan,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.